Qantas Kandangkan Enam Pesawat



The Civil Aviation Safety Authority atau Badan Pengawas Maskapai Penerbangan Australia berencana meningkatkan pengawasannya terhadap Qantas Airways. Itu dilakukan setelah maskapai penerbangan Australia itu mengumumkan untuk mengandangkan enam unit pesawatnya untuk beberapa waktu dengan alasan perawatan.

Walhasil, pada Selasa malam kemarin, terdapat setidaknya tiga jadwal penerbangan yang  dibatalkan. Pihak Qantas mengatakan, keenam pesawat dengan seri B737-400 tersebut akan dipindahkan untuk sementara waktu sehingga dapat dilakukan pendataan terkait pengecekan rutin.

David Cox, Executive General Manager Qantas Engineering, mengatakan, “Langkah ini hanya terkait dengan data pemeliharaan dan tidak berimplikasi terhadap pesawat.”


Sementara itu, badan otoritas keselamatan penerbangan sipil terus berupaya untuk menginvestigasi kecelakaan Qantas tersebut. Dan hari ini, Quantas juga berencana meningkatkan pemeriksaannya untuk melihat kemungkinan lain apakah pengandangan pesawat itu terkait pada masalah data atau perawatan.

“Masalah apa pun dengan dokumentasi pemeliharaan pesawat merupakan perhatian kami, karena hal itu merupakan salah satu hal penting yang dapat menggambarkan keselamatan pesawat,” ujar juru bicara badan otoritas keselamatan penerbangan Australia Peter Gibson. 

Pada tanggal 25 Juli lalu, salah satu pesawat Qantas melakukan pendaratan darurat setelah terjadi ledakan yang menyebabkan lubang besar pada badan pesawat. Sejak kejadian itu, beberapa masalah kembali melanda Qantas. Misalnya saja, sebuah pesawat Qantas lainnya dipaksa untuk kembali ke Adelaide karena adanya masalah dengan landasan penerbangan. Selain itu, Boeing 767 juga kembali ke Sydney setelah lepas landas sesaat setelah pengawas penerbangan melihat adanya cairan yang menetes dari bagian sayap.