Qantas Lepas Saham di Jetstar Japan, Maskapai LCC Ini Bersiap Ganti Nama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai penerbangan Australia Qantas Airways resmi melepas kepemilikan minoritasnya di Jetstar Japan melalui transaksi senilai 8,2 miliar yen atau sekitar US$52,11 juta.

Langkah ini membuka jalan bagi maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC) tersebut untuk sepenuhnya berada di bawah kepemilikan Jepang sekaligus berganti nama dengan menghapus merek Jetstar.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (4/8/2026), Qantas menyatakan bahwa Jetstar Japan akan membeli kembali (buyback) 33,32% saham milik Qantas sebagai bagian dari kesepakatan yang juga melibatkan Japan Airlines dan pemegang saham lainnya.


Dalam transaksi tersebut, Development Bank of Japan akan bergabung sebagai pemegang saham baru. Sementara itu, Japan Airlines dan Tokyo Century tetap mempertahankan porsi kepemilikan mereka di Jetstar Japan.

Baca Juga: SpaceX Bidik Uji Terbang Starship Akhir Agustus, Siap Uji Pendaratan Perdana di Darat

Setelah divestasi Qantas rampung, Jetstar Japan akan melakukan rebranding dengan menghapus nama Jetstar. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat daya saing perusahaan di pasar maskapai berbiaya rendah Jepang yang semakin kompetitif.

Qantas menyatakan bahwa pelepasan saham ini memungkinkan perusahaan mengalokasikan kembali modal ke bisnis inti mereka.

"Langkah ini memungkinkan kami mengalihkan modal untuk mendukung operasi Qantas dan Jetstar di Australia serta memperkuat jaringan penerbangan internasional kami," demikian pernyataan Qantas.

Qantas Berpotensi Raih Keuntungan A$115 Juta

Qantas memperkirakan program pembelian kembali saham tersebut akan menghasilkan keuntungan sekitar A$115 juta atau sekitar US$80,49 juta. Keuntungan itu akan dicatat sebagai pos di luar laba operasional (underlying earnings), dengan sebagian besar diperkirakan terealisasi pada tahun 2027.

Baca Juga: Pendapatan SpaceX Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Starlink dan AI Jadi Andalan

Meski telah menyepakati transaksi, Qantas masih akan mengakui bagian laba maupun rugi Jetstar Japan hingga proses divestasi selesai, yang ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027.

Jetstar Japan Berdiri Sejak 2012

Jetstar Japan didirikan lebih dari satu dekade lalu oleh Qantas, Japan Airlines, dan Mitsubishi Corporation. Maskapai tersebut mulai beroperasi sebagai maskapai berbiaya rendah pada akhir 2012 dengan basis utama di Bandara Narita, dekat Tokyo.

Pengumuman resmi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang tidak mengikat antara para pihak, yang sebelumnya telah diumumkan pada Februari 2026.