Qatar Kritik AFC soal Surat Terbuka yang Serang Presiden FIFA Gianni Infantino



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) kembali mempertanyakan langkah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menandatangani surat terbuka bersama UEFA dan CONCACAF untuk mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino. QFA menilai AFC tidak lebih dulu berkonsultasi dengan para anggotanya sebelum menerbitkan pernyataan tersebut.

Perselisihan ini menjadi sorotan karena Infantino tengah mencari dukungan untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada tahun depan. Hubungan antara sejumlah pihak di tubuh sepak bola dunia memanas setelah sebuah surat terbuka mengkritik kepemimpinan Infantino, termasuk terkait proposal membawa investasi swasta ke penyelenggaraan Piala Dunia yang akhirnya batal.

Dalam surat ketiga yang menjadi bagian dari pertukaran korespondensi antara para petinggi sepak bola Asia, Presiden QFA Hamad bin Khalifa Al-Thani mengatakan tanggapan AFC atas keluhan sebelumnya justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.


"Tanggapan AFC justru menimbulkan jauh lebih banyak pertanyaan daripada memberikan jawaban," tulis Al-Thani dalam surat tertanggal Rabu.

Baca Juga: Korea Utara Diduga Tembakan Rudal Balistik ke Laut Timur Semenanjung Korea

Al-Thani, yang dikenal sebagai pendukung Infantino, menyoroti tidak adanya konsultasi dengan anggota AFC sebelum surat terbuka tersebut diterbitkan atas nama konfederasi.

"Tanggapan AFC sama saja dengan pengakuan bahwa tidak ada konsultasi yang dilakukan, baik dengan komite eksekutif AFC, asosiasi anggota secara individual, maupun pihak lainnya, sebelum pernyataan tersebut diterbitkan atas nama mereka," tulis Al-Thani.

Menurut dia, pembahasan mengenai substansi proposal FIFA Forward Enterprise (FFE), sikap FIFA, maupun sejarah pernyataan publik AFC tidak menjawab persoalan utama yang dipersoalkan QFA.

"Betapapun luasnya tanggapan AFC membahas substansi proposal FIFA Forward Enterprise (FFE), tindakan FIFA sendiri, atau sejarah pernyataan publik AFC, tidak satu pun dari hal tersebut menjawab pertanyaan sempit namun belum terjawab mengenai apakah para anggota AFC telah dikonsultasikan sebelum pernyataan tersebut diterbitkan atas nama mereka," terangnya.

"Jawabannya: tidak," lanjutnya.

Proposal investasi swasta FIFA jadi sumber polemik

Salah satu kritik utama terhadap Infantino terkait proposal FFE adalah proses penyusunannya yang dinilai tidak melibatkan konsultasi dengan konfederasi-konfederasi regional. Proposal tersebut justru disampaikan secara langsung kepada 211 asosiasi anggota FIFA.

Baca Juga: Max Verstappen Perpanjang Kontrak dengan Red Bull hingga 2030

Qatar termasuk di antara enam anggota AFC yang sejak awal menyatakan dukungan kepada Infantino ketika polemik tersebut mulai berkembang.

Perselisihan terbuka antara pejabat senior AFC ini tergolong tidak biasa. AFC selama ini cenderung menyelesaikan persoalan internal secara tertutup dan tidak banyak membuka perbedaan pandangan kepada publik.

Sehari sebelum surat Al-Thani, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa secara tegas membantah tudingan QFA bahwa dirinya telah melampaui kewenangan ketika menandatangani surat bersama UEFA dan CONCACAF.

Sheikh Salman mengatakan dirinya memiliki "kewenangan sekaligus tanggung jawab untuk bertindak tegas" dalam membela kepentingan sepak bola Asia. Ia juga mengkritik QFA karena dinilai terlalu berfokus pada persoalan teknis ketimbang kepentingan sepak bola secara keseluruhan.

Namun, Al-Thani kembali menegaskan bahwa Sheikh Salman tidak berhak berbicara atas nama 47 asosiasi anggota AFC tanpa adanya otorisasi dari mereka.

Menurut Al-Thani, kewenangan presiden AFC untuk bertindak atas nama konfederasi ditentukan oleh komite eksekutif AFC. Al-Thani sendiri merupakan anggota Dewan FIFA sekaligus duduk di komite eksekutif AFC.

Qatar singgung dukungan AFC untuk Piala Dunia 2022

Sheikh Salman sebelumnya juga menyatakan bahwa dirinya dan sejumlah presiden AFC pernah mengeluarkan pernyataan publik terkait isu penting bagi sepak bola Asia. Salah satunya adalah dukungan terhadap Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 ketika negara tersebut menghadapi tekanan global.

Al-Thani memberikan penjelasan berbeda mengenai konteks pernyataan tersebut.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Rupiah Ikut Perkasa Usai Pemerintah AS Redakan Pasar Obligasi

"Sejauh pernyataan-pernyataan tersebut pernah dibuat di masa lalu dan mendukung Piala Dunia 2022, pernyataan itu dibuat sebagai cerminan kepentingan institusional AFC sendiri sebagai sebuah organisasi, yakni dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia di Asia," kata Al-Thani.

Ia menilai penjelasan AFC belum memberikan jawaban memuaskan atas keberatan yang diajukan Qatar.

"Tanggapan AFC, sayangnya, tidak dapat dianggap sebagai jawaban yang memuaskan atas pertanyaan QFA yang sah dan penting," ujarnya.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan langsung dari AFC terkait surat terbaru yang dikirimkan QFA.

Perselisihan tersebut menambah dinamika politik di tubuh sepak bola internasional menjelang pemilihan Presiden FIFA tahun depan, terutama ketika posisi Infantino kembali menghadapi kritik dari sejumlah konfederasi dan asosiasi anggota.