QRIS Cross Border Kian Diminati, Transaksi Tumbuh Pesat



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border tumbuh kian pesat. Sejumlah perbankan mencatat lonjakan transaksi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan preferensi pembayaran digital saat bepergian ke luar negeri.

Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,77 juta hingga Februari 2026. Seiring itu, pemanfaatan QRIS antarnegara juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan, transaksi QRIS lintas negara tidak hanya tumbuh dari sisi outbound (masyarakat Indonesia di luar negeri), tetapi juga inbound (wisatawan asing di Indonesia).


Baca Juga: Bank Mandiri Perluas QRIS ke Korea Selatan

Pada 2025, transaksi inbound tercatat mencapai 5,89 juta transaksi, jauh melampaui outbound yang sebesar 1,68 juta transaksi.

“Ini mencerminkan manfaat positif QRIS antarnegara bagi perekonomian domestik,” ujarnya kepada kontan.co.id.

Dari sisi negara mitra, hingga Februari 2026, kerja sama dengan Thailand sejak Agustus 2022 telah mencatat 1,64 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 656,27 miliar.

Sementara itu, kerja sama dengan Malaysia yang dimulai pada Mei 2023 mencatat volume yang lebih besar, yaitu 10,66 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 2,75 triliun.

Selanjutnya, QRIS antarnegara dengan Singapura yang diluncurkan pada November 2023 telah mencatat 554.510 transaksi dengan nominal sebesar Rp 179,28 miliar. Adapun kerja sama terbaru dengan Jepang sejak Agustus 2025 juga menunjukkan perkembangan yang positif, dengan capaian 5.088 transaksi dengan nominal sebesar Rp 428,80 juta.

Baca Juga: Direktur Bisnis Mundur, Bank Maspion Siapkan RUPS Bahas Pengganti

Terbaru, BI bersama Bank of Korea juga telah meluncurkan konektivitas QRIS dengan Korea Selatan, yang memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi langsung menggunakan QRIS tanpa perlu menukar valuta asing.

“Perluasan penggunaan QRIS antarnegara merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mewujudkan konektivitas pembayaran regional dan global,” kata Filianingsih.

Sejalan dengan itu, perbankan nasional juga mencatat pertumbuhan pesat transaksi QRIS cross border.

Head of Division Retail Digital Product and Partnership Bank Negara Indonesia, Mesah Roni Ginting mengungkapkan, hingga akhir 2025 transaksi QRIS cross border perseroan tumbuh sekitar 240% secara tahunan (year on year/yoy).

“Ini mencerminkan akselerasi adopsi yang sangat kuat di masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan QRIS di luar negeri saat ini didominasi untuk transaksi ritel seperti belanja, makanan dan minuman, transportasi, hingga pembayaran di destinasi wisata.

Adapun cakupan negara penggunaan QRIS cross border terus meluas, mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan terbaru Korea Selatan. Kehadiran layanan ini memungkinkan nasabah bertransaksi langsung menggunakan mata uang lokal.

Dari sisi kawasan, Mesah menyebut Malaysia masih menjadi kontributor terbesar. Tingginya transaksi di negara tersebut didorong oleh mobilitas warga negara Indonesia yang tinggi, kedekatan geografis, serta kesiapan ekosistem QR antarnegara.

Ke depan, tren penggunaan QRIS cross border diproyeksikan terus meningkat seiring perubahan perilaku wisatawan yang semakin nyaman menggunakan pembayaran digital dibandingkan uang tunai atau kartu. BNI menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS secara keseluruhan mencapai sekitar 160% yoy pada 2026.

Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, BNI mengandalkan strategi perluasan akseptasi di titik-titik strategis seperti bandara, hotel, agen perjalanan, serta kawasan wisata. Edukasi melalui pemasangan signage “QRIS Accepted Here” juga terus digencarkan.

Senada, Senior Executive Vice President Digital Business Bank Tabungan Negara (BTN) Thomas Wahyudi menyampaikan, implementasi QRIS cross border di BTN juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Hingga Maret 2026, jumlah transaksi QRIS cross border BTN tumbuh sekitar 31% secara bulanan (month to month/MtM), sementara volume transaksi meningkat 38%.

“Hal ini mencerminkan mulai terbentuknya kebiasaan transaksi digital lintas negara di kalangan nasabah,” jelasnya.

Menurut Thomas, pemanfaatan QRIS oleh nasabah BTN di luar negeri juga didominasi transaksi harian seperti belanja ritel, makanan dan minuman, serta aktivitas di destinasi wisata.

Saat ini, layanan QRIS BTN telah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Ke depan, ekspansi juga akan diarahkan ke negara lain, termasuk China, mengikuti kerja sama yang dijalin regulator.

Dari sisi pertumbuhan, Malaysia kembali menjadi pasar dengan kinerja tertinggi. BTN mencatat jumlah transaksi di negara tersebut melonjak hingga tujuh kali lipat dalam periode April 2025 hingga Maret 2026.

Untuk tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS cross border sekitar 30% yoy, baik dari sisi jumlah maupun volume.

Dalam upaya mendorong penggunaan, BTN menjalankan berbagai strategi, mulai dari program promosi cashback hingga 15% melalui kampanye Connect the World, perluasan kerja sama dengan mitra negara, hingga peningkatan edukasi nasabah.

Selain itu, BTN juga memastikan kesiapan sistem agar transaksi lintas negara dapat berjalan lancar dan aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News