QRIS Cross Border Melesat, Nilai Transaksi Tembus Rp2,71 Triliun hingga Mei 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penggunaan QRIS Cross Border terus menunjukkan pertumbuhan pesat seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital lintas negara. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi QRIS Antarnegara mencapai Rp2,71 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan, capaian tersebut melonjak 380% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar sekitar Rp564 miliar.

Dari sisi volume, transaksi QRIS Cross Border mencapai sekitar 2,06 juta transaksi hingga Mei 2026 atau meningkat 339% (yoy) dibandingkan periode Januari–Mei 2025.


"Secara umum, peningkatan transaksi QRIS Antarnegara mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran berbasis QR untuk transaksi lintas negara," ujar Filianingsih kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).

Transaksi Inbound Masih Mendominasi

Berdasarkan jenis transaksi, QRIS Cross Border masih didominasi oleh transaksi inbound, yakni transaksi wisatawan mancanegara yang menggunakan sistem pembayaran QR dari negara asalnya untuk bertransaksi di Indonesia.

Nilai transaksi inbound tercatat mencapai Rp2,25 triliun atau sekitar 83% dari total transaksi QRIS Antarnegara selama lima bulan pertama 2026.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas 33 Regulasi, Zulhas Sebut Izin Proyek Sampah Terlalu Berbelit

Wisatawan asal Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi sekitar Rp1,30 triliun atau setara 57,8% dari total transaksi inbound. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Tiongkok dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp875,05 miliar atau 39%.

Sementara itu, transaksi outbound atau penggunaan QRIS oleh masyarakat Indonesia di luar negeri mencapai Rp466,11 miliar.

Malaysia juga menjadi negara tujuan utama transaksi outbound dengan nilai sekitar Rp233,95 miliar atau 50,2% dari total transaksi. Selanjutnya disusul Thailand dengan nilai transaksi sekitar Rp154,36 miliar atau 33,1%.

Menurut Filianingsih, pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, pemulihan aktivitas pariwisata, serta semakin luasnya kerja sama pembayaran lintas negara yang dijalin Bank Indonesia.

"Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas pariwisata, serta perluasan kerja sama QRIS Antarnegara yang terus dilakukan Bank Indonesia bersama mitra di berbagai negara," katanya.

BTN Optimistis Transaksi Terus Bertumbuh

Tren pertumbuhan tersebut juga tercermin pada transaksi QRIS Cross Border yang dikelola industri perbankan. Salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), yang menargetkan pertumbuhan transaksi tetap tinggi sepanjang 2026.

BTN membidik pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border sebesar 30% hingga 50% secara tahunan, baik dari sisi nilai maupun volume transaksi. Target tersebut didorong oleh semakin banyaknya negara yang terhubung dalam ekosistem QRIS Cross Border serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap pembayaran digital saat bepergian ke luar negeri.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, hingga Juni 2026 transaksi QRIS Cross Border di BTN telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari sisi jumlah transaksi, kenaikannya mencapai lebih dari 158% dibandingkan periode awal implementasi pada Maret 2025. Sementara dari sisi volume, transaksi meningkat lebih dari 179%.

Baca Juga: Usulan Kenaikan Batas JHT Bebas Pajak Jadi Rp 400 Juta Masuk Kajian Pemerintah

"Saat ini, layanan QRIS Cross Border melalui Balé by BTN telah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok," ujar Thomas kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).

Menurut Thomas, pertumbuhan transaksi tidak hanya dipicu oleh bertambahnya negara yang menerima pembayaran melalui QRIS Cross Border. Meningkatnya mobilitas masyarakat untuk keperluan wisata, bisnis, maupun pendidikan juga menjadi faktor utama. Selain itu, masyarakat kini semakin memilih metode pembayaran digital karena lebih praktis, aman, dan nyaman ketika bertransaksi di luar negeri.

"Kami secara aktif mendorong pemanfaatan layanan ini melalui berbagai program promosi. Salah satunya adalah program Connect the World, yang memberikan cashback sebesar 15% hingga maksimal Rp1 juta bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan QRIS Balé by BTN di luar negeri. Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong penggunaan QRIS Cross Border secara berkelanjutan," katanya.

Untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini, BTN akan terus memperkuat promosi, meningkatkan edukasi kepada nasabah, mendukung pengembangan konektivitas sistem pembayaran lintas negara bersama Bank Indonesia, serta memastikan layanan QRIS Cross Border tetap andal, aman, dan nyaman digunakan.

Thomas meyakini transaksi QRIS Cross Border akan terus tumbuh seiring bertambahnya negara yang bekerja sama, meningkatnya literasi digital masyarakat, serta semakin luasnya ekosistem pembayaran digital lintas negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News