KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan QRIS Tanpa Pindai (QRIS Tap) terus menunjukkan pertumbuhan sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) pada Maret 2025. Hingga Mei 2026, volume transaksi QRIS Tap tercatat mencapai 634.498 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,29 miliar. Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan volume transaksi QRIS Tap pada Mei 2026 tumbuh 3,1% secara bulanan (month to month/mtm). Sementara itu, nilai transaksinya meningkat 5,1% dibandingkan bulan sebelumnya.
"QRIS Tap terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring perluasan implementasi dan meningkatnya adopsi pembayaran digital berbasis
contactless," ujar Filianingsih kepada kontan.co.id, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: BI Catat Nilai Transaksi QRIS Tap Capai Rp 6,29 Miliar hingga Mei 2026 Meski demikian, Filianingsih menilai potensi pertumbuhan QRIS Tap masih sangat besar. Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar adopsi layanan tersebut semakin masif. Ia menjelaskan, tantangan utama berasal dari perlunya peningkatan kesadaran masyarakat untuk beralih dari metode pembayaran berbasis pemindaian QR code maupun kartu uang elektronik menuju teknologi Near Field Communication (NFC). Selain itu, kesiapan infrastruktur dan perangkat penerima pembayaran juga masih perlu terus diperluas. Saat ini, implementasi QRIS Tap telah menjangkau sektor transportasi maupun ritel. Di sektor transportasi, layanan tersebut telah diterapkan di 25 provinsi pada lima moda transportasi utama di Jabodetabek, yakni KRL, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek, serta 28 layanan transportasi daerah lainnya. Sementara di sektor ritel, QRIS Tap dapat digunakan pada merchant yang menggunakan EDC dan soundbox, mulai dari restoran, hotel, rumah sakit, area parkir, hingga berbagai merchant lainnya.
Baca Juga: BI: Volume Transaksi QRIS Melonjak 95%, Pembayaran Digital Tembus 5,22 Miliar "Saat ini terdapat lebih dari 3,2 juta merchant ritel yang telah dapat menerima pembayaran menggunakan QRIS Tap," ungkap Filianingsih. Ke depan, BI memperkirakan penggunaan QRIS Tap akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah merchant, perluasan moda transportasi, serta pengembangan berbagai use case baru. Beberapa layanan yang tengah disiapkan antara lain pembayaran parkir, retribusi daerah, dan layanan publik lainnya yang membutuhkan transaksi cepat dan terukur. "Bank Indonesia bersama industri terus memperluas akseptasi dan meningkatkan pengalaman pengguna QRIS Tap. Upaya ini juga merupakan bagian dari pencapaian target QRIS nasional tahun 2026 yaitu 17 miliar transaksi, 45 juta merchant, 60 juta pengguna, serta implementasi QRIS antarnegara di delapan negara," kata Filianingsih. Dari sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat penggunaan QRIS Tap juga terus bertumbuh. Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan perseroan mendukung implementasi QRIS Tap melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile versi terbaru yang dapat diakses melalui menu QRIS maupun NFC Pay bagi pengguna smartphone Android yang memiliki fitur NFC.
Baca Juga: BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi di Luar Negeri Kian Mudah Menurut Hera, sejak diluncurkan pada Maret 2025, transaksi QRIS Tap di BCA masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Kendati demikian ia tak membeberkan lebih detail berapa pertumbuhannya. "Kami berharap pertumbuhan ini dapat terjaga hingga akhir tahun seiring edukasi, campaign, dan perluasan implementasi QRIS Tap yang terus digencarkan oleh regulator," ujar Hera. Ia menambahkan, BCA akan terus mengembangkan kapabilitas layanan digital guna memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang dengan tetap mengutamakan aspek kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News