KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) melanjutkan proses penawaran umum terbatas melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja produksi konten serta mendukung ekspansi jaringan bioskop melalui anak usahanya, PT Platinum Sinema. Rencana rights issue tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Mei 2026.
Perseroan memperoleh persetujuan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.362.724.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 60 per saham atau setara maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan potensi dilusi paling besar sebesar 16,67%.
Baca Juga: Lifting Perdana B50, Dua Kilang Pertamina Patra Niaga Pasok 12.830 Kiloliter ke SPBU Direktur Utama RAAM Ram Jethmal Punjabi menyampaikan dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk pendanaan produksi konten.
Selain itu, sebagian dana juga akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada PT Platinum Sinema yang berencana membangun 50 bioskop baru. “Persetujuan ini baru merupakan langkah awal: harga pelaksanaan, prospektus final, dan jadwal penawaran masih akan ditetapkan, dan Perseroan memiliki waktu hingga 12 bulan sejak tanggal persetujuan untuk menyelesaikan proses ini,” ungkap Ram, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis, Kamis (23/7).
Di tengah proses rights issue, RAAM juga mengumumkan perkembangan kinerja salah satu film produksinya. Film horor Cerita Lila telah menembus 1.000.739 penonton bioskop secara nasional hingga pertengahan Juli 2026.
Brdasarkan data Cinepoint dan filmindonesia.or.id. Capaian tersebut menjadikan Cerita Lila sebagai film Indonesia ke-15 yang berhasil meraih lebih dari satu juta penonton sepanjang tahun ini. Film yang mulai tayang pada 18 Juni 2026 itu disutradarai Bobby Prasetyo dan dibintangi Lutesha, Shareefa Daanish, Myesha Lin, Firzanah Alya, serta Sara Wijayanto. Ceritanya diadaptasi dari Diary Misteri Sara, kanal YouTube yang telah mencatat lebih dari 11 juta penayangan. Menurut Ram, keberhasilan Cerita Lila mencerminkan kemampuan RAAM dalam mengembangkan cerita menjadi konten yang mampu menjangkau audiens luas. Model bisnis perusahaan juga mengintegrasikan pengembangan konten, distribusi, hingga operasional bioskop. Selain berasal dari penjualan tiket bioskop, RAAM menilai potensi nilai ekonomi sebuah film juga dapat diperoleh dari lisensi, layanan streaming, penayangan televisi, maupun distribusi internasional sesuai perjanjian komersial yang berlaku. Momentum tersebut sejalan dengan tren industri perfilman nasional. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, jumlah penonton film Indonesia mencapai 80,27 juta pada 2025 dengan pangsa pasar film lokal sekitar 60%. Hingga pertengahan Juli 2026, sudah terdapat 15 film Indonesia yang berhasil menembus satu juta penonton, dengan genre horor menjadi yang paling dominan.
“Cerita seperti ini adalah alasan kami terus membuka lebih banyak tempat bagi masyarakat untuk menontonnya. Setiap layar baru berarti semakin banyak komunitas yang dapat menikmati film-film yang kami buat, dan jangkauan seperti inilah yang terus kami bangun ke depan," tambahnya. Saat ini, jaringan Platinum Cineplex telah beroperasi di 18 lokasi.
RAAM juga tengah mengembangkan sejumlah film dan serial barusebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan pendapatan melalui bisnis konten dan jaringan bioskop.
Baca Juga: Kolaborasi Global Perkuat Budaya Manajemen Risiko, Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News