Radana Finance (HDFA) Bidik Pembiayaan Rp 4,1 T, Andalkan Sektor Tambang & Sawit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) membidik penyaluran pembiayaan sebesar Rp 4,1 triliun pada tahun 2026.

Di tengah target tersebut, perusahaan ini berupaya memperkuat kinerja pada segmen usaha industri sumber daya alam, seperti pertambangan dan perkebunan. Kedua sektor tersebut saat ini mewakili hampir 50% portofolio pembiayaan HDFA.

Besarnya porsi pembiayaan pada segmen ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan strategi penyaluran pembiayaan. Selain itu, sektor ini juga menjadi kontributor penting bagi perekonomian Indonesia yang dikenal memiliki eksportir unggulan seperti, batubara, nikel, timah, dan kelapa sawit.


Baca Juga: Pefindo Pertahankan Rating CIMB Niaga di Level idAAA dengan Outlook Stabil

"Kondisi ini menjelaskan mengapa HDFA tetap mempertahankan fokus pembiayaan pada sektor-sektor tersebut," ujar Direktur Utama HDFA Lim Eng Kim dalam Public Expose 2026, Selasa (8/9/2026).

Namun, menurut dia perusahaan ini juga tetap harus mencermati potensi tekanan terhadap margin nasabah seiring perubahan kebijakan fiskal dan volatilitas harga komoditas global.

Kehati-hatian ini tecermin juga dari strategi penyaluran pembiayaan perusahaan yang pada semester I-2026 mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,64 triliun atau turun 41,4%.

Penurunan tersebut dinilai sejalan dengan strategi perusahaan yang lebih selektif dan berhati-hati mengikuti kondisi pasar.

Di sisi lain, HDFA juga tetap mengandalkan pembiayaan produktif sebagai strategi bisnis mereka di tahun 2026.  Pembiayaan produktif diutamakan pada pembiayaan investasi alat berat dan truk melalui Asset-ased Financing (ABF) yang didampingi juga dengan pembiayaan modal kerja.

Dengan mempertahankan fokus pada sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, HDFA tetap melakukan ekspansi secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi industri saat ini.

Baca Juga: Transaksi PUAB KB Bank (BBKP) Tumbuh Double Digit, Likuiditas Tetap Terjaga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News