Raharja Energi Cepu (RATU) Bakal Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 800 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengumumkan rencana penerbitan Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dengan total nilai sebanyak Rp 800 miliar.

Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 memiliki jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar yang terdiri dari dua seri. Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp 20 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,95% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. Seri B memiliki jumlah pokok sebesar Rp 280 miliar dengan tingkatt bunga tetap 8,50% dan jangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi.

Sementara itu, Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 memiliki jumlah dana sebesar Rp 500 miliar dan terdiri dari dua Seri. Seri A memiliki jumlah dana modal investasi Rp 57 miliar dengan target pendapatan imbal hasil wakalah Rp 4,53 miliar atau ekuivalen 7,95% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.


Seri B memiliki jumlah dana modal investasi Rp 443 miliar dengan target pendapatan imbal hasil wakalah Rp 37,66 miliar atau ekuivalen 8,50% per tahun dan berjangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi.

Baca Juga: BCA (BBCA) Bagi Dividen Tunai 2025 Rp 336 per Saham, Cek Jadwalnya

Masa penawaran umum surat utang ini berlangsung pada 17 Maret 2026, sedangkan tanggal penjatahan berlangsung pada 25 Maret 2026. Proses distribusi secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan dilakukan pada 27 Maret 2026.

"Obligasi dan sukuk wakalah ini akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Maret 2026," tulis Manajemen RATU dalam prospektus, Senin (16/3/2026).

Obligasi dan sukuk wakalah terbaru RATU telah mendapat peringkat idA (Single A) dan idAsy (Single A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dana sekitar Rp 196,77 juta dari penerbitan obligasi ini akan dipinjamkan RATU kepada anak usaha yaitu PT Rahara Energi Tanjung Jabung (RETJ) untuk selanjutnya digunakan untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang yang timbul dari Fasilitas Kredit Term Loan antara RETJ dengan Bank Mandiri.

Baca Juga: IHSG Dibuka Jatuh 2% Senin (16/3) Pagi, Konflik AS-Iran Tekan Pasar Asia

Selain itu, dana sekitar Rp 74,94 miliar dari penerbitan obligasi akan dipinjamkan RATU kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan cash call porsi PJUC kepada operator dari ExxonMobil Cepu Ltd terkait pengelolaan Blok Cepu berjumlah US$ 4,47 juta atau setara Rp 74,94 miliar.

Sisa dana obligasi ini akan dipakai untuk modal kerja RATU, termasuk gaji dan remunerasi karyawan serta biaya operasioal perusahaan.

Lebih lanjut, sekitar Rp 468,80 miliar dana penerbitan sukuk wakalah akan digunakan RATU untuk memberikan pembiayaan berdasarkan akad mudharabah kepada RETJ. Berikutnya, RETJ akan memakai dana tersebut untuk membayar cash call porsi RETJ kepada operator dari Blok Jabung, yaitu PetroChina berjumlah US$ 27,94 juta atau setara Rp 468,80 miliar.

 
RATU Chart by TradingView

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja RATU, termasuk gaji dan remunerasi karyawan serta biaya operasional perusahaan.

Dalam melakukan aksi korporasi ini, RATU berkolaborasi dengan PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi dan sukuk wakalah. Selain itu, ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang bertindak sebagai wali amanat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News