Raharja Energi (RATU) Akan Terbitkan Surat Utang Rp 800 Miliar, Begini Kata Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menggelar aksi korporasi dengan berencana menerbitkan surat utang senilai Rp 800 miliar dalam waktu dekat.

Surat utang tersebut terdiri dari Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp 300 miliar dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp 500 miliar.

Masa penawaran umum surat utang ini berlangsung pada 17 Maret 2026, sedangkan tanggal penjatahan berlangsung pada 25 Maret 2026. Proses distribusi secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan dilakukan pada 27 Maret 2026.


Baca Juga: Total Bangun Persada (TOTL) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 6,87 Triliun Sepanjang 2025

"Obligasi dan sukuk wakalah ini akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Maret 2026," tulis Manajemen RATU dalam prospektus, Senin (16/3/2026).

Dana sekitar Rp 196,77 juta dari penerbitan obligasi ini akan dipinjamkan RATU kepada anak usaha yaitu PT Rahara Energi Tanjung Jabung (RETJ) untuk selanjutnya digunakan untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang yang timbul dari Fasilitas Kredit Term Loan antara RETJ dengan Bank Mandiri.

Selain itu, dana sekitar Rp 74,94 miliar dari penerbitan obligasi akan dipinjamkan RATU kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan cash call porsi PJUC kepada operator dari ExxonMobil Cepu Ltd terkait pengelolaan Blok Cepu berjumlah US$ 4,47 juta atau setara Rp 74,94 miliar.

Sisa dana obligasi ini akan dipakai untuk modal kerja RATU, termasuk gaji dan remunerasi karyawan serta biaya operasioal perusahaan.

Baca Juga: IHSG Masih Bisa Kembali Turun ke Bawah Level 7.000, Ini Saran Analis

Lebih lanjut, sekitar Rp 468,80 miliar dana penerbitan sukuk wakalah akan digunakan RATU untuk memberikan pembiayaan berdasarkan akad mudharabah kepada RETJ. Berikutnya, RETJ akan memakai dana tersebut untuk membayar cash call porsi RETJ kepada operator dari Blok Jabung, yaitu PetroChina berjumlah US$ 27,94 juta atau setara Rp 468,80 miliar.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja RATU, termasuk gaji dan remunerasi karyawan serta biaya operasional perusahaan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penerbitan obligasi dan sukuk ini sangat penting bagi RATU lantaran akan mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Terlebih lagi, sebagian dana surat utang ini ditujukan untuk memenuhi cash call kepada operator Blok Cepu dan Blok Jabung yang menjadi portofolio investasi RATU. Dana tersebut tentu akan sangat berarti dalam pengembangan dan optimalisasi kedua blok migas tersebut, terutama ketika momen harga minyak dunia sedang tinggi.

"Penerbitan obligasi juga ditujukan untuk melunasi utang perbankan anak usaha, sehingga RATU perlu memastikan agar tambahan utang lewat obligasi ini tidak menimbulkan tekanan terhadap kondisi keuangan pada masa depan," ungkap dia, Senin (16/3/2026).

Secara umum, prospek kinerja RATU tergolong cukup positif seiring tren kenaikan harga minyak dunia. Sentimen ini akan mendorong harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) hasil produksi migas, terutama dari Blok Cepu yang menjadi tulang punggung produksi migas nasional. 

RATU pun berpeluang meningkatkan kinerja pendapatan dan laba bersihnya pada tahun ini apabila kenaikan produksi bisa dibarengi oleh efisiensi operasional yang mumpuni.

Seiring penguatan harga minyak mentah dunia, RATU perlu memastikan produksi dari aset-aset blok migas yang dimiliki hak partisipasinya berjalan dengan optimal. Di samping itu, RATU juga perlu kembali memperluas portofolio aset blok migas untuk memperkuat basis produksi.

"Perusahaan juga perlu menjaga struktur permodalan ketika ekspansi berlangsung," imbuh dia.

Nafan merekomendasikan wait and see saham RATU. Di lain pihak, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan speculative buy saham RATU dengan support di level Rp 4.400 per saham dan resistance di level Rp 5.275 per saham dan target harga di level Rp 5.500--Rp 5.825 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News