Rahasia MEA Agency Berhasil Raih Penghargaan TSP Fashion Top Rising of the Year 2026
Kamis, 12 Februari 2026 15:27 WIB
Oleh: adv PI | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - MEA Agency berhasil meraih penghargaan TSP Fashion Top Rising of The Year pada ajang Indonesia Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Tokopedia dan TikTok Shop di Jakarta pada 27–29 Januari 2026. Penghargaan di atas menjadi pengakuan atas kinerja MEA Agency dalam mengelola brand fashion di ekosistem TikTok Shop sepanjang tahun 2025. Terpilihnya MEA Agency bukan tanpa alasan. Sebagai agency, MEA menerapkan strategi yang relevan dengan perubahan perilaku belanja di TikTok.
Pendekatan yang dilakukan MEA pun berdampak langsung pada pertumbuhan omzet klien fashion yang dikelola, sekaligus memperkuat posisi MEA sebagai salah satu Top Seller Partner yang diperhitungkan. Mengenal Strategi MEA Agency Menurut Head of Sales Jasa MEA Agency, Cena Nurhayati, lanskap brand fashion di TikTok pada tahun 2025 mengalami pergeseran besar. Brand tak lagi sekadar menjual produk, tetapi juga menjual relevansi dan momentum. Perubahan tersebut membuat banyak brand fashion memilih berkolaborasi dengan MEA Agency dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pendekatan MEA dinilai selaras dengan kebutuhan brand yang ingin tumbuh di content commerce. "Jadi MEA tumbuh bukan karena ‘sudah besar’, tapi karena paling cepat beradaptasi," ungkap Cena belum lama ini. Kemampuan membaca tren, mengolah momentum, serta mengeksekusi strategi dengan cepat menjadi fondasi utama MEA Agency dalam mengelola klien fashion di TikTok Shop. MEA Agency Punya 3 Fokus Utama dalam Mengelola Brand
Cena menjelaskan bahwa MEA Agency memiliki tiga fokus utama dalam menjalankan strategi untuk klien fashion. Pertama, Speed. MEA bergerak cepat dari munculnya tren hingga eksekusi. Konten, live, affiliate, campaign, dan ads dijalankan serta dikombinasikan dalam satu alur kerja yang terintegrasi. Kedua, Creative. MEA menekankan konten seller dan affiliator yang benar-benar menjual. Bukan sekadar video estetik, tetapi konten dengan pesan kuat yang mendorong keputusan beli. Ketiga, Struktur Scaling. MEA menaikkan budget berdasarkan analisa data dan pola konversi, bukan asumsi. Pendekatan ini membuat pertumbuhan lebih terarah dan terukur. Fokus Bangun Sistem, Bukan Sekadar Ads Berbeda dari banyak TSP lain yang menitikberatkan pada iklan, MEA Agency justru membangun sistem yang menyeluruh. Pada Creative System, MEA tidak memperlakukan konten sebagai hiburan semata, melainkan sebagai mesin akuisisi. Setiap konten memiliki tujuan yang jelas dalam funnel penjualan. Di sisi Traffic Structure, MEA memecah objective menjadi tiga tahap, yaitu testing, validating, dan scaling. Alur tersebut menjaga pertumbuhan tetap stabil dan berkelanjutan. MEA juga melakukan Seller Mindset Upgrade. Banyak seller dinilai belum berkembang karena masih memakai pola pikir marketplace lama. MEA mengarahkan seller untuk memahami content commerce serta kolaborasi dengan kreator di bawah naungan MCN MEA yang berada di peringkat teratas. "Jadi inovasi MEA bukan satu trik, tapi cara kerja yang bikin seller bisa bikin growth terus," tutur Cena.
Studi Kasus: Pertumbuhan Omzet Klien Fashion
Cena kemudian membagikan salah satu studi kasus klien fashion yang datang ke MEA Agency dengan omzet Rp100 juta dalam 30 hari terakhir sebelum bergabung. Saat awal dikelola, konten brand tersebut belum terkonsep, iklan tersebar di banyak SKU hingga over budget, serta seller belum memahami cara membaca data. Setelah bergabung dengan MEA, langkah awal yang dilakukan bukan langsung menaikkan budget. MEA terlebih dahulu melakukan perbaikan strategi, antara lain: - Mengubah sudut komunikasi produk, karena fashion bersifat emosional - Memperbanyak konten seller dengan hook kuat pada tiga detik pertam - Menjalankan iklan harian berbasis performa konten - Memfokuskan promosi pada produk hero - Berkolaborasi dengan kreator MCN MEA - Menjalankan live streaming secara rutin - Mengikuti campaign TikTok Shop Hasilnya terlihat jelas. Pertumbuhan omzet terjadi dengan ROI yang terjaga dan cenderung naik. Pada bulan pertama omzet meningkat ke kisaran Rp200 juta, bulan kedua mencapai Rp400 juta, dan bulan ketiga menembus Rp800 juta. "Biasanya growth terjadi karena struktur jadi jelas, bukan karena sekadar ‘ditambahin ads’," tambah Cena. Dengan pendekatan yang berbasis sistem, analisa data, serta pemahaman terhadap karakter konten dan perilaku belanja di TikTok, MEA Agency hadir sebagai partner yang membantu brand fashion membangun performa toko secara bertahap. Fokus pada struktur, kreativitas yang relevan, dan kolaborasi yang tepat membuat performa toko tidak bergantung pada satu momentum saja, tetapi tumbuh dengan arah yang lebih jelas dan berkelanjutan di ekosistem TikTok Shop.