Berawal dari niat untuk membantu ekonomi keluarga, Rahmi Salviviani (30) kini sukses menjadi pengusaha di bidang pendidikan di Pekanbaru, Riau. Perempuan yang akrab disapa Vivi ini membuka taman kanak-kanak (TK) yang kini sudah punya sembilan cabang di Pekanbaru dan Palembang.Vivi merintis usaha ini sejak 2008. Saat itu, ia masih menggunakan merek waralaba lokal. Setelah dua tahun bisnisnya berjalan, ia berani memakai merek sendiri Alifa Kids dan fokus ke pendidikan anak usia dini. Alasan Vivi memilih nama Alifa Kids sejatinya untuk merepresentasikan visi dari sekolah yang ia bangun. Yakni amanah, loyal, integritas, fatonah atau cerdas, adil, kerja sama, inisiatif, disiplin, dan santun. Ia berharap, siswa yang belajar di TK Alifa Kids bisa menjadi anak pintar dan siap melanjutkan pendidikan SD dengan cara menyenangkan. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Riau ini mengakui, bisnis yang ia jalani berawal dari keinginan membantu perekonomian keluarga. Saat itu, ia memiliki seorang putri berusia empat bulan. Vivi ingin tetap bisa produktif, sekaligus mendidik sendiri si kecil.
Rahmi sukses menjadi juragan sekolah anak (1)
Berawal dari niat untuk membantu ekonomi keluarga, Rahmi Salviviani (30) kini sukses menjadi pengusaha di bidang pendidikan di Pekanbaru, Riau. Perempuan yang akrab disapa Vivi ini membuka taman kanak-kanak (TK) yang kini sudah punya sembilan cabang di Pekanbaru dan Palembang.Vivi merintis usaha ini sejak 2008. Saat itu, ia masih menggunakan merek waralaba lokal. Setelah dua tahun bisnisnya berjalan, ia berani memakai merek sendiri Alifa Kids dan fokus ke pendidikan anak usia dini. Alasan Vivi memilih nama Alifa Kids sejatinya untuk merepresentasikan visi dari sekolah yang ia bangun. Yakni amanah, loyal, integritas, fatonah atau cerdas, adil, kerja sama, inisiatif, disiplin, dan santun. Ia berharap, siswa yang belajar di TK Alifa Kids bisa menjadi anak pintar dan siap melanjutkan pendidikan SD dengan cara menyenangkan. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Riau ini mengakui, bisnis yang ia jalani berawal dari keinginan membantu perekonomian keluarga. Saat itu, ia memiliki seorang putri berusia empat bulan. Vivi ingin tetap bisa produktif, sekaligus mendidik sendiri si kecil.