KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) meraih kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2026. Sebagaimana diketahui, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan NCKL tumbuh 21,28% year on year (yoy) menjadi Rp 17,10 triliun pada semester I-2026. Bila ditelusuri, pendapatan NCKL dari segmen pengolahan nikel turun 6,03% yoy menjadi Rp 10,43 triliun. Sebaliknya, pendapatan dari segmen penambangan nikel meningkat 122,33% yoy menjadi Rp 6,67 triliun. NCKL turut mengalami kenaikan beban pokok penjualan sebesar 37,65% yoy menjadi Rp 12,87 triliun pada semester I-2026. NCKL pun turut memperoleh bagian atas laba entitas asosiasi sebesar Rp 3,36 triliun pada semester I-2026, lebih tinggi 79,68% yoy dibandingkan capaian periode sebelumnya.
NCKL meraih kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 41,71% yoy menjadi Rp 5,81 triliun.
Baca Juga: Trimegah Bangun Persada (NCKL) Raih Pendapatan Rp 17,10 Triliun pada Semester I-2026 Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, pertumbuhan kinerja NCKL pada semester I-2026 tidak hanya dipengaruhi oleh harga nikel yang relatif stabil, tetapi lebih didorong oleh kombinasi beberapa faktor fundamental. Pertama, kenaikan volume produksi dan penjualan dari segmen pertambangan menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan yang mampu mengompensasi perlambatan pada segmen pengolahan. Kedua, efisiensi operasional dan optimalisasi biaya produksi juga turut menjaga margin keuntungan. Ketiga, integrasi bisnis dari hulu hingga hilir memberikan fleksibilitas bagi NCKL dalam mengoptimalkan penjualan sesuai kondisi pasar. "Selain itu, mulai membaiknya permintaan dari industri stainless steel dan bahan baku kendaraan listrik juga menjadi faktor pendukung terhadap utilisasi produksi perusahaan," ungkap dia, Senin (3/8/2026). Secara umum, prospek kinerja NCKL pada semester II-2026 masih cukup konstruktif, meskipun pertumbuhannya kemungkinan lebih moderat dibandingkan semester pertama. Jika harga nikel mampu bertahan pada level yang sehat dan produksi tetap meningkat sesuai target, terdapat peluang tren positif kinerja masih dapat berlanjut.
Baca Juga: Kinerja NCKL Masih Prospektif di 2026, Cermati Rekomendasi Analis "Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati volatilitas harga komoditas karena bisnis nikel masih sangat sensitif terhadap dinamika global," jelas dia. Nafan pun melihat bahwa model bisnis terintegrasi yang dimiliki NCKL merupakan salah satu keunggulan kompetitif perusahaan. Integrasi tersebut membuat NCKL tidak hanya bergantung pada satu mata rantai bisnis, sehingga mampu mengurangi volatilitas kinerja ketika salah satu segmen menghadapi tekanan margin. Dalam jangka panjang, strategi ini berpotensi menjaga profitabilitas lebih baik dibandingkan perusahaan yang hanya berfokus pada aktivitas penambangan atau pengolahan saja. Nafan pun merekomendasikan add saham NCKL dengan target harga di level Rp 1.265 per saham.
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut, saham NCKL sedang bergerak di fase uptrend dan disertai oleh adanya peningkatan volume pembelian. Saham NCKL pun mampu berada di atas MA60, dengan pergerakan MACD yang menguat di area positif. Herditya akhirnya merekomendasikan buy on weakness saham NCKL dengan support di level Rp 890 per saham dan resistance di level Rp 965 per saham serra target harga di kisaran Rp 1.005--Rp 1.065 per saham.
Baca Juga: Trimegah Bangun Persada (NCKL) Bagi Dividen Rp 2,7 Triliun, Potensi Yield 5,3% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News