KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), produsen kendaraan listrik nasional berbasis baterai (KLBB), mengumumkan kinerja keuangan yang berakhir pada 2025. VKTR juga mencetak berbagai pencapaian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial. Pada 2025, VKTR meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5% year on year (yoy) menjadi Rp 1,09 triliun, dari sebelumnya Rp 1 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan akselerasi penjualan kendaraan listrik seiring peningkatan realisasi pengiriman, serta kontribusi yang relatif stabil dari segmen manufaktur suku cadang. Laba kotor VKTR juga tumbuh 10,4% yoy menjadi Rp 197 miliar pada 2025, dari Rp 178 miliar pada 2024. Angka ini didorong oleh perbaikan pricing di segmen kendaraan listrik yang berkontribusi pada penguatan margin laba kotor secara keseluruhan. Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Raih Laba Bersih Rp 2,03 Triliun pada 2025 Sayangnya, VKTR mengalami rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 11,4 miliar pada 2025. Pada 2024 lalu, VKTR meraih laba bersih sebanyak Rp 7,6 miliar. Dari sisi posisi keuangan, total aset VKTR tumbuh 11,8% yoy menjadi Rp 1,80 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp 1,61 triliun pada 2024. Nilai aset tersebut didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan yang diimbangi juga oleh penambahan aset tetap. Liabilitas VKTR mengalami peningkatan 22,2% yoy menjadi Rp 553 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp 453 miliar yang sejalan dengan penambahan pinjaman untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. VKTR mengklaim terus memimpin transformasi industri melalui penguatan ekosistem Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terintegrasi. Sejalan dengan strategi diversifikasi, VKTR juga memperluas pengembangan produknya ke segmen Waste-to-Energy (WTE) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan solusi mobilitas dan teknologi berkelanjutan. Pada saat yang sama, VKTR semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar pemasok bus listrik untuk Transjakarta, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan brand nasional yang berdaya saing global, didukung oleh kesiapan fasilitas produksi, kemitraan dengan principal merk ternama dunia, serta kapabilitas anak usaha dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri manufaktur nasional. Dari tahun ke tahun, VKTR juga mencatatkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial, bukti dari peran kuat perusahaan sebagai pendorong adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Raih Laba Bersih Rp 2,03 Triliun pada 2025 Sejalan dengan milestone pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun mulai dari fase pionir perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD), pencapaian TKDN di atas 40%, hingga ekspansi portofolio bus dan truk listrik, VKTR terus menunjukkan akselerasi kinerja baik secara operasional maupun finansial sebagai bagian dari transformasi menuju kendaraan komersial nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Chief Executive Officer VKTR Teknologi Mobilitas A. Ardiansyah Bakrie mengatakan, pertumbuhan yang VKTR catatkan dari tahun ke tahun bukan sekadar capaian bisnis, melainkan bukti bahwa transformasi menuju kendaraan komersial listrik di Indonesia sedang berlangsung dan kami berada di garis terdepan. VKTR tidak sekadar mengikuti arus perubahan, melainkan memimpinnya. "Misi kami jelas yakni Championing Local EV Industry dan menjadikan kendaraan komersial listrik sebagai tulang punggung transportasi nasional yang berkelanjutan demi masa depan mobilitas yang lebih bersih," ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (27/2). Sementara itu, Direktur dan Chief Financial & Risk Officer VKTR Teknologi Mobilita A. Amri Aswono Putro mengatakan, semua momentum positif VKTR pada 2025, baik dari segi performa keuangan maupun pencapaian bisnis, adalah bukti bahwa upaya perusahaan mendorong adopsi kendaraan listrik di berbagai industri terus membawa hasil yang baik. "Artinya, langkah ini tidak hanya mengantarkan VKTR ke lini depan dekarbonisasi kendaraan komersial, tapi juga ke tahap pertumbuhan yang berkelanjutan hingga waktu-waktu mendatang," kata dia.
Raih Pendapatan Rp 1,09 Triliun di 2025, Simak Capaian Bisnis VKTR Teknologi (VKTR)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), produsen kendaraan listrik nasional berbasis baterai (KLBB), mengumumkan kinerja keuangan yang berakhir pada 2025. VKTR juga mencetak berbagai pencapaian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial. Pada 2025, VKTR meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5% year on year (yoy) menjadi Rp 1,09 triliun, dari sebelumnya Rp 1 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan akselerasi penjualan kendaraan listrik seiring peningkatan realisasi pengiriman, serta kontribusi yang relatif stabil dari segmen manufaktur suku cadang. Laba kotor VKTR juga tumbuh 10,4% yoy menjadi Rp 197 miliar pada 2025, dari Rp 178 miliar pada 2024. Angka ini didorong oleh perbaikan pricing di segmen kendaraan listrik yang berkontribusi pada penguatan margin laba kotor secara keseluruhan. Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Raih Laba Bersih Rp 2,03 Triliun pada 2025 Sayangnya, VKTR mengalami rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 11,4 miliar pada 2025. Pada 2024 lalu, VKTR meraih laba bersih sebanyak Rp 7,6 miliar. Dari sisi posisi keuangan, total aset VKTR tumbuh 11,8% yoy menjadi Rp 1,80 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp 1,61 triliun pada 2024. Nilai aset tersebut didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan yang diimbangi juga oleh penambahan aset tetap. Liabilitas VKTR mengalami peningkatan 22,2% yoy menjadi Rp 553 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp 453 miliar yang sejalan dengan penambahan pinjaman untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. VKTR mengklaim terus memimpin transformasi industri melalui penguatan ekosistem Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terintegrasi. Sejalan dengan strategi diversifikasi, VKTR juga memperluas pengembangan produknya ke segmen Waste-to-Energy (WTE) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan solusi mobilitas dan teknologi berkelanjutan. Pada saat yang sama, VKTR semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar pemasok bus listrik untuk Transjakarta, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan brand nasional yang berdaya saing global, didukung oleh kesiapan fasilitas produksi, kemitraan dengan principal merk ternama dunia, serta kapabilitas anak usaha dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri manufaktur nasional. Dari tahun ke tahun, VKTR juga mencatatkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial, bukti dari peran kuat perusahaan sebagai pendorong adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. Baca Juga: Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Raih Laba Bersih Rp 2,03 Triliun pada 2025 Sejalan dengan milestone pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun mulai dari fase pionir perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD), pencapaian TKDN di atas 40%, hingga ekspansi portofolio bus dan truk listrik, VKTR terus menunjukkan akselerasi kinerja baik secara operasional maupun finansial sebagai bagian dari transformasi menuju kendaraan komersial nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Chief Executive Officer VKTR Teknologi Mobilitas A. Ardiansyah Bakrie mengatakan, pertumbuhan yang VKTR catatkan dari tahun ke tahun bukan sekadar capaian bisnis, melainkan bukti bahwa transformasi menuju kendaraan komersial listrik di Indonesia sedang berlangsung dan kami berada di garis terdepan. VKTR tidak sekadar mengikuti arus perubahan, melainkan memimpinnya. "Misi kami jelas yakni Championing Local EV Industry dan menjadikan kendaraan komersial listrik sebagai tulang punggung transportasi nasional yang berkelanjutan demi masa depan mobilitas yang lebih bersih," ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (27/2). Sementara itu, Direktur dan Chief Financial & Risk Officer VKTR Teknologi Mobilita A. Amri Aswono Putro mengatakan, semua momentum positif VKTR pada 2025, baik dari segi performa keuangan maupun pencapaian bisnis, adalah bukti bahwa upaya perusahaan mendorong adopsi kendaraan listrik di berbagai industri terus membawa hasil yang baik. "Artinya, langkah ini tidak hanya mengantarkan VKTR ke lini depan dekarbonisasi kendaraan komersial, tapi juga ke tahap pertumbuhan yang berkelanjutan hingga waktu-waktu mendatang," kata dia.
TAG:
- Bus Listrik
- Transjakarta
- kendaraan listrik
- ekosistem kendaraan listrik
- vktr
- saham vktr
- Bus Listrik Transjakarta
- Waste-to-Energy
- TKDN Kendaraan Listrik
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
- Kinerja keuangan VKTR 2025
- Rugi bersih VKTR
- Pendapatan VKTR
- Kendaraan listrik nasional
- Waste-to-Energy (WTE)
- Proyek bus listrik
- Penjualan kendaraan listrik komersial
- Outlook VKTR 2026
- Strategi bisnis VKTR