KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Suntikan dana pemegang saham senilai Rp 846 miliar dari PT Bio Farma dinilai menjadi katalis positif bagi pemulihan kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada 2026. Pinjaman pemegang saham tersebut diharapkan mampu meredakan tekanan likuiditas dan menurunkan beban keuangan perseroan. Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai dampak dana segar tersebut akan terlihat langsung pada perbaikan struktur keuangan KAEF. “Efeknya positif, terutama akan terlihat dari penurunan beban keuangan,” kata Wafi kepada Kontan, Selasa (6/1/2026). Menurut Wafi, salah satu masalah utama Kimia Farma dalam beberapa waktu terakhir adalah tekanan arus kas yang menyebabkan keterlambatan pembayaran kepada vendor dan berdampak pada terganggunya pasokan obat di jaringan apotek. Dengan masuknya dana dari Bio Farma, siklus rantai pasok berpotensi kembali berjalan normal.
Raih Suntikan Rp 846 Miliar dari Bio Farma, Begini Dampaknya ke Kimia Farma (KAEF)
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Suntikan dana pemegang saham senilai Rp 846 miliar dari PT Bio Farma dinilai menjadi katalis positif bagi pemulihan kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada 2026. Pinjaman pemegang saham tersebut diharapkan mampu meredakan tekanan likuiditas dan menurunkan beban keuangan perseroan. Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai dampak dana segar tersebut akan terlihat langsung pada perbaikan struktur keuangan KAEF. “Efeknya positif, terutama akan terlihat dari penurunan beban keuangan,” kata Wafi kepada Kontan, Selasa (6/1/2026). Menurut Wafi, salah satu masalah utama Kimia Farma dalam beberapa waktu terakhir adalah tekanan arus kas yang menyebabkan keterlambatan pembayaran kepada vendor dan berdampak pada terganggunya pasokan obat di jaringan apotek. Dengan masuknya dana dari Bio Farma, siklus rantai pasok berpotensi kembali berjalan normal.