Raihan Kontrak Baru PP Presisi (PPRE) Telah Mencapai 52% Hingga Juli 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) menambah perolehan kontrak baru mencapai Rp 2,84 triliun hingga bulan Juli 2022. 

Dengan begitu, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini telah mengantongi total perolehan kontrak baru mencapai 52% dari target tahun ini yang sebesar Rp 5,9 triliun.

Corporate Secretary PT PP Presisi Tbk, Adelia Auliyanti mengatakan raihan kontrak tersebut diperoleh dari beberapa proyek diantaranya proyek utama Jalan Empunala Mojokerto, KA Sumut Binjai, Pasang Jaringan Sampah, Jembatan Gorontalo sebesar Rp 350 miliar, Hauling Road Weda Bay Rp 533 miliar, Tambang Pasir Silika, HRU Hengjaya, Weda Bay Hauling Road to Tofu, Semarang Demak Rp 570 miliar, serta Tol Serang Panimbang, Indah Kiat Karawang, Bandara Kediri dengan total kontrak Rp 805 miliar.  


Berdasarkan lini bisnis perolehan kontrak baru didominasi civil work sebesar 55,95% dan mining services sebesar 40,22% yang merupakan lini bisnis utama perseroan. Sisanya diperoleh dari lini bisnis pendukung yaitu structure work, production plant dan heavy equipment rental sebesar 3,83%. 

Baca Juga: Sejumlah Saham Emiten Konstruksi Menguat, Begini Rekomedasi Sahamnya

“Untuk major proyek jasa pertambangan ada pada proyek Weda Bay karena sifat projectnya bertumbuh dengan kinerja performance PP Presisi yang baik di weda bay ini, maka kami terus mendapatkan tambahan project yang diharapkan dapat mengenerate revenue di atas 30% pada tahun 2022 ini,” kata Adelia kepada Kontan.co.id, Minggu (21/8).  

Dengan demikian, perseroan pun membidik pendapatan bisa mencapai Rp 3,67 triliun. Sedangkan dari sisi laba bersih diharapkan bisa mencapai Rp 187,7 miliar di tahun 2022. 

Lenih lanjut, untuk mendorong kelancaran proyek-proyek yang dikerjakan, perseroan telah mengalokasikan dana belanja modal atau capex sebesar Rp 431 miliar. Adapun sampai semester I-2022 ini telah digunakan sebesar Rp 175 miliar.  

“Dana capex digunakan untuk investasi alat berat guna mendukung pekerjaan pada bisnis jasa pertambangan dan konstruksi,” jelasnya. 

Baca Juga: PTPP Catatkan Pertumbuhan Pendapatan Usaha 39,7% pada Kuartal II-2022

Sebagai tambahan, PPRE telah membukukan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun di semester I 2022. Sementara laba bersih tumbuh 33% menjadi Rp 89,9 miliar dari sebelumnya hanya Rp 67,6 miliar untuk periode yang sama tahun 2021. 

Adapun dorongan pendapatan itu didapat dari sektor konstruksi dan jasa pertambangan yang menjadi kontributor utama peningkatan pendapatan. Sektor konstruksi berkontribusi sebesar 65% dan jasa pertambangan sebesar 26%.

Sisanya sebesar 9% kontribusi dari lini bisnis supporting seperti structure work, production plant dan rental equipment.  

Sementara, segmen usaha jasa pertambangan berkontribusi sebesar Rp 449 miliar atau sebesar 26% dari total pendapatan di semester I-2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli