KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti Rain Realty mempercepat pembangunan proyek perumahan Samara Residence di kawasan Palaran, Samarinda. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar terhadap hunian terjangkau di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan properti di wilayah tersebut. Direktur Rain Realty, Eddy, mengatakan perusahaan menargetkan serah terima tahap awal dimulai pada Mei 2026.
“Sebanyak 30 unit rumah tahap pertama direncanakan siap diserahterimakan pada akhir Mei 2026. Hingga akhir 2026, total 288 unit ditargetkan selesai dibangun,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Danantara Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi, Total Nilai Capai US$ 7 Miliar Dari sisi bisnis, proyek ini menunjukkan respons pasar yang cukup kuat. Rain Realty mencatat penjualan telah mencapai 171 unit. Capaian tersebut, menurut Eddy, menjadi dasar perusahaan untuk menjaga percepatan pembangunan sekaligus memastikan pasokan unit sejalan dengan permintaan. Samara Residence menyasar segmen pembeli rumah pertama dan keluarga muda dengan menawarkan harga terjangkau, namun tetap mengedepankan spesifikasi bangunan yang sesuai standar pasar. Proyek ini menggunakan pondasi batu kali, dinding bata yang diplester dan dicat, rangka atap baja ringan, serta penutup atap metal. Kusen aluminium juga digunakan untuk menunjang daya tahan bangunan.
Baca Juga: Waskita Realty Mulai Lakukan Serah Terima Unit Proyek Vasaka Bali ke konsumen Pengembangan Samara Residence menjadi bagian dari strategi Rain Realty memperluas portofolio hunian tapak di Samarinda, khususnya di kawasan Palaran yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan. Selain perumahan, kawasan ini juga dirancang terintegrasi dengan area komersial, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi proyek dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan progres konstruksi yang terus berjalan dan tingkat penjualan yang relatif stabil, Rain Realty menempatkan Samara Residence sebagai salah satu proyek utama perusahaan di Kalimantan Timur sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News