Raja Malaysia Beli 2,25% Saham Southern Alliance Mining, Bidik Bisnis Tanah Jarang



KONTAN.CO.ID - Raja Malaysia Sultan Ibrahim mengakuisisi 2,25% saham Southern Alliance Mining (SAM), perusahaan produsen bijih besi yang tercatat di Bursa Singapura.

Transaksi senilai S$ 6,1 juta atau sekitar US$ 4,76 juta tersebut dilakukan melalui kesepakatan di luar pasar dengan direktur pelaksana sekaligus pemegang saham pengendali SAM, Pek Kok Sam.

Langkah ini dilakukan ketika SAM memperluas ekspansi bisnisnya di industri pertambangan logam tanah jarang atau rare earths di Malaysia.


Baca Juga: Serangan Houthi di Riyadh, Arab Saudi Disorot soal Sistem Peringatan Dini

Melansir Reuters, dalam keterbukaan informasi di bursa pada Senin (12/10/2026), SAM menyebut Sultan Ibrahim membeli saham tersebut dengan harga S$ 0,425 per saham.

Harga itu mencerminkan premi sekitar 11,84% dibandingkan harga penutupan saham SAM pada 12 Oktober 2026.

Meski terjadi pengalihan kepemilikan saham, transaksi tersebut tidak melibatkan penerbitan saham baru oleh perusahaan. Pek Kok Sam juga tetap menjadi pemegang saham pengendali SAM.

Perusahaan menegaskan transaksi tersebut tidak akan mengubah susunan dewan direksi, manajemen, maupun operasional grup.

Ekspansi SAM ke bisnis logam tanah jarang menjadi salah satu latar belakang penting transaksi tersebut.

Saat ini, SAM memiliki 40% saham MCRE Resources, perusahaan yang mengoperasikan lokasi pertambangan logam tanah jarang perintis di negara bagian Perak, Malaysia.

Baca Juga: Bursa Asia Anjlok Selasa (13/10), Kospi Korea Selatan Ambles 6%

Selain itu, SAM berencana mengakuisisi Paramount Synergy Sdn Bhd, perusahaan yang terlibat dalam proyek logam tanah jarang di negara bagian Johor.

Sultan Ibrahim berasal dari Johor dan naik takhta sebagai Raja Malaysia pada Januari 2024. Berdasarkan sistem monarki bergilir Malaysia, ia dijadwalkan menjabat selama lima tahun.

Kantor pers kerajaan Johor belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait transaksi tersebut.