Mencintai kain nusantara dan memiliki kemampuan menenun, membawa Rajib Nashrudin menjadi pengusaha tenun dan batik cukup sukses di Garut. Lewat merek usaha Ralisha Putra Garut (RPG), omzetnya ratusan juta rupiah. Memiliki kecintaan yang besar akan hasil budaya Indonesia serta akrab dengan dunia kain tenun sejak kecil membawa Rajib Nashrudin menjadi pengusaha tenun sutera yang cukup sukses di Garut, Jawa Barat. Tidak hanya sekadar membuat kain tenun, dia berinovasi dengan menggambar batik tulis khas Garut pada kain sutera alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dia tenun sendiri. Desain batik yang dia buat adalah motif batik tulis Garut tempo dulu. Kecintaan Rajib pada kain tenun memang sudah mengakar kuat dalam dirinya. Hal ini tak lepas dari sokongan dan lingkungan keluarga yang memang berkecimpung pada bisnis kain tenun. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan tebaran kain tenun di rumahnya yang diproduksi oleh kakek, bibi, paman dan saudara-saudaranya. Itu yang membuat pria asal Garut ini memutuskan untuk berbisnis sendiri dengan merek usaha Ralisha Putra Garut (RPG) di tahun 2005.
Rajib sukses jadi pengusaha tenun dan batik (1)
Mencintai kain nusantara dan memiliki kemampuan menenun, membawa Rajib Nashrudin menjadi pengusaha tenun dan batik cukup sukses di Garut. Lewat merek usaha Ralisha Putra Garut (RPG), omzetnya ratusan juta rupiah. Memiliki kecintaan yang besar akan hasil budaya Indonesia serta akrab dengan dunia kain tenun sejak kecil membawa Rajib Nashrudin menjadi pengusaha tenun sutera yang cukup sukses di Garut, Jawa Barat. Tidak hanya sekadar membuat kain tenun, dia berinovasi dengan menggambar batik tulis khas Garut pada kain sutera alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dia tenun sendiri. Desain batik yang dia buat adalah motif batik tulis Garut tempo dulu. Kecintaan Rajib pada kain tenun memang sudah mengakar kuat dalam dirinya. Hal ini tak lepas dari sokongan dan lingkungan keluarga yang memang berkecimpung pada bisnis kain tenun. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan tebaran kain tenun di rumahnya yang diproduksi oleh kakek, bibi, paman dan saudara-saudaranya. Itu yang membuat pria asal Garut ini memutuskan untuk berbisnis sendiri dengan merek usaha Ralisha Putra Garut (RPG) di tahun 2005.