KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (Alppind) menyoroti pentingnya penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan era digital demi menjaga ketahanan keluarga dan perlindungan anak. Isu itu menjadi fokus dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Alppind 2026 yang digelar di Jakarta, 8–10 Mei 2026. Rakernas mengusung tema "Penguatan Peran Perempuan dalam Membangun Ketahanan Keluarga dan Bangsa di Era Digital".
Tema tersebut dinilai relevan di tengah derasnya arus informasi digital yang kini memengaruhi kehidupan keluarga, khususnya anak-anak dan perempuan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga menopang ekonomi rumah tangga.
Baca Juga: Tips Parenting di Era Digital, Seperti Apa? "Perempuan berperan besar dalam menjaga keluarga dan Alppind bisa menjadi ruang kolaborasi," ujar Arifah saat membuka Rakernas. Ia menegaskan perempuan bukan kelompok minoritas karena hampir separuh penduduk Indonesia adalah perempuan. Karena itu, peningkatan literasi dan kapasitas digital perempuan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Menurut Arifah, dunia digital memberi akses luas terhadap informasi dan pendidikan, namun di sisi lain juga membuka risiko paparan konten negatif dan kekerasan berbasis digital terhadap anak maupun perempuan. Data pemerintah mencatat sepanjang 2025 terjadi lebih dari 35 ribu kasus kekerasan, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak. Salah satu faktor pemicunya disebut berkaitan dengan penggunaan media sosial yang tidak bijak. Pemerintah pun telah menerbitkan PP Tunas Nomor 17 Tahun 2025 untuk mengatur penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga: Ini Tips untuk Menghadapi Tantangan Pengasuhan di Era Digital Ketua Presidium Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) Iin Kendedes menilai ketahanan keluarga harus dibangun dari perempuan yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. "Keluarga tangguh lahir dari perempuan yang tangguh," katanya. Senada, Ketua Umum Alppind Atifah Hasan menyebut Rakernas menjadi momentum strategis untuk menyusun arah program organisasi di tengah transformasi digital. Menurutnya, perempuan perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan sosial, mental, hingga ancaman digital yang semakin kompleks.
Baca Juga: Pentingnya Ruang Bermain Anak Di Tengah Pesatnya Era Digital "Perempuan adalah tiang peradaban bangsa," ujar Atifah. Rakernas Alppind diikuti 24 perwakilan dari 32 delegasi pengurus daerah. Organisasi yang berdiri sejak 2018 itu mewadahi perempuan profesional lintas sektor dengan fokus pada penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan. Sumber:
https://www.tribunnews.com/nasional/7827433/menteri-pppa-literasi-digital-perempuan-penting-untuk-lindungi-keluarga Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News