KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Raksasa emas Newmont Corp. sepakat untuk membeli saingannya dari Australia, Newcrest Mining Ltd dengan nilai kesepakatan sejumlah A$ 28,8 miliar atau setara Rp 284 triliun. Akuisisi ini bakal mengonsolidasikan posisi Newmont sebagai produsen emas batangan terbesar di dunia dengan tambang di seluruh Amerika, Afrika, Australia, dan Papua Nugini. Mengutip Bloomberg, Senin (15/5), transaksi tersebut adalah kesepakatan terbesar sektor pertambangan emas hingga saat ini, melampaui pembelian Newmont atas saingannya Goldcorp Inc. pada tahun 2019.
Newcrest sebelumnya telah menolak tawaran awal, meskipun telah mengindikasikan awal bulan ini bahwa mereka berencana untuk merekomendasikan tawaran pengambilalihan yang lebih baik dari pelamarnya. Baca Juga: Newmont Akan Akuisisi Perusahan Tambang Emas Australia Rp 290 Triliun Akuisisi Newmont menambah lebih banyak paparan terhadap emas pada saat emas batangan sedang menguji rekor tertinggi. Kesepakatan itu juga akan secara krusial meningkatkan sumber daya tembaganya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pemegang saham Newcrest akan mendapatkan 0,4 saham di Newmont untuk setiap saham yang mereka miliki. Sehingga, pemegang saham Newmont akan memiliki 31% kepemilikan dari grup gabungan tersebut. Mereka juga akan mendapatkan dividen khusus bebas pajak sebelum penutupan, sebanyak A$ 1,10 per saham. Kesepakatan tersebut memberi Newcrest harga saham tersirat sebesar A$ 29,27 per saham, lebih dari 30% premium dari harga penutupan perusahaan sebesar A$ 22,45 pada 3 Februari. Newmont membuat proposal awal pada 5 Februari. Saham Newcrest naik sebanyak 1,9% di Sydney pada hari Senin, setelah produsen mengkonfirmasi rincian kesepakatan dalam sebuah pernyataan. Penambang emas di seluruh dunia kini tengah menghadapi prospek stagnasi produksi karena mereka bersaing dengan simpanan yang lebih sulit ditambang dan kenaikan biaya input. Baca Juga: Ghana Perintahkan Perusahaan Pertambangan Jual 20% Emas Murni ke Bank Ghana Kondisi itu dilihat sebagai katalis untuk lebih banyak merger dan akuisisi, karena perusahaan berusaha meningkatkan ukurannya untuk meningkatkan volume dan meningkatkan efisiensi.