HONG KONG. Masa gemilang produsen minyak dunia kian pudar. Setelah harga minyak melorot hingga ke titik terendah dalam 12 tahun terakhir, beberapa produsen minyak terpaksa memangkas produksi hingga belanja modal agar mampu bertahan. CNOOC Ltd, misalnya. Perusahaan minyak raksasa asal Cina ini memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam tempo lebih dari satu dekade terakhir. Tahun ini, CNOOC hanya memproduksi 470 juta - 485 juta barel per hari, turun dari 495 juta barel di 2015. Pemangkasan produksi diyakini bisa memotong pengeluaran hingga 60 miliar yuan. "Secara implisit, hal ini akan membuat produksi minyak jatuh dalam beberapa tahun ke depan," ujar Michael Barron, Direktur Energi Global Eurasia Group, Rabu (20/1).
Raksasa minyak dunia mulai megap-megap
HONG KONG. Masa gemilang produsen minyak dunia kian pudar. Setelah harga minyak melorot hingga ke titik terendah dalam 12 tahun terakhir, beberapa produsen minyak terpaksa memangkas produksi hingga belanja modal agar mampu bertahan. CNOOC Ltd, misalnya. Perusahaan minyak raksasa asal Cina ini memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam tempo lebih dari satu dekade terakhir. Tahun ini, CNOOC hanya memproduksi 470 juta - 485 juta barel per hari, turun dari 495 juta barel di 2015. Pemangkasan produksi diyakini bisa memotong pengeluaran hingga 60 miliar yuan. "Secara implisit, hal ini akan membuat produksi minyak jatuh dalam beberapa tahun ke depan," ujar Michael Barron, Direktur Energi Global Eurasia Group, Rabu (20/1).