Rally harga emas masuki hari ketiga



JAKARTA. Harga emas masih mencatatkan kenaikan beruntun dalam tiga hari terakhir. Pendukung utamanya datang dari minat pelaku pasar yang tinggi terhadap safe haven di tengah ketidakpastian pasar global yang tinggi.

Mengutip Bloomberg, Rabu (27/4) pukul 17.15 WIB harga emas kontrak pengiriman Juni 2016 di Commodity Exchange terangkat 0,32% ke level US$ 1.247 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Walau demikian dalam sepekan terakhir harga emas masih tergerus 0,55%.

Nanang Wahyudin, Analis PT Finex Berjangka menuturkan prediksi pasar bahwa suku bunga The Fed belum akan berubah pada FOMC April 2016 ini membuat pamor emas berpendar. Pelaku pasar masih terus memburu safe haven seperti emas.


Hanya saja koreksi perlu diwaspadai. “Rally harga sudah tajam, belum lagi pasar menanti arah pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen,” kata Nanang.

Selama penantian arah pernyataan Yellen ini pelaku pasar bisa saja melakukan aksi profit taking terhadap emas. Beban nantinya akan semakin besar jika arah pernyataan Yellen bernada hawkish dan menumbuhkan kembali kepercayaan pelaku pasar akan peluang The Fed mempertahankan laju kenaikan suku bunganya.

Walau demikian, di luar perkara The Fed terlihat ada kenaikan permintaan yang mendukung harga. Laporan Hong Kong Census and Statistics Department, impor emas China dari Hong Kong Maret 2016 naik dari 42,9 ton menjadi 64,1 ton. Sedangkan secara nasional impor emas China total Maret 2016 diproyeksi mencapai 76,3 ton dari sebelumnya 55,1 ton.

Kenaikan permintaan di China ini datang dari pendapatan dan ekonomi China yang perlahan pulih. Hal ini mendorong masyarakat untuk berburu emas baik perhiasan dan fisik. “Saat ada kenaikan permintaan, harga emas tentu tertopang,” ujar Nanang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto