RALS Beri Dividen Rp 50/Saham, Lo Kheng Hong Cuan Rp 10 Miliar
Jumat, 15 Mei 2026 10:39 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan memberikan dividen dengan yield hingga dobel digit dari tahun buku 2025. Investor ulung, Lo Kheng Hong pun bak kejatuhan durian runtuh. Lo Kheng Hong bakal cuan besar hingga Rp 10 miliar dari dividen saham RALS. Pengelola jaringan perbelanjaan Ramayana ini akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya senilai Rp 306,73 miliar. Direktur RALS, Andreas Lesmana mengatakan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Mei 2026.
"Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 306,73 miliar. Dividen per saham mencapai Rp 50 per saham," tulis Andreas dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026). Baca Juga: Usai MSCI, FTSE akan Depak Saham Konsentrasi Tinggi, Cek Saham HSC & Konstituen FTSE Pada akhir perdagangan Rabu (13/5/2026), saham RALS berada di posisi Rp 454 per saham atau melemah 0,44% secara harian. Namun sejak awal tahun berjalan, pergerakan harga saham ini mengalami penguatan 8,61%. Jika mengacu harga sahamnya terakhir, maka dividen yield RALS mencapai 11,01%. Tonton: Dana Rp 39 Triliun Milik Koruptor Disita Negara, Ini Rencana PrabowoDividen Lo Kheng Hong Lo Kheng Hong adalah salah satu investor saham RALS. Ia bersama investor lain menghadiri RUPST RALS di Jakarta pada Senin (11/5/2026). Lo Kheng Hong saat ini tercatat sebagai salah satu pemegang saham signifikan di perusahaan berkode saham RALS dengan jumlah 200.330.700 saham. Dengan jumlah tersebut, Lo Kheng Hong berpotensi mendapatkan setoran dividen saham RALS sekitar Rp 10 miliar.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 21 Juni 2026
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 22 Mei 2026
Cum dividen di pasar tunai: 25 Mei 2026
Ex dividen di pasar tunai: 26 Mei 2026
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 25 Mei 2026
Pembayaran dividen tunai: 12 Juni 2026
Data keuangan per 31 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen berasal dari laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 265,28 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 3,78 triliun dan total ekuitas mencapai Rp 3,49 triliun.
Dana Rp 39 Triliun Milik Koruptor Disita Negara, Ini Rencana Prabowo