Ramadan Datang, Kebutuhan Pinjol Naik: Waspada Kredit Macet!



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan periode Ramadan dapat menjadi salah satu momentum pendorong peningkatan pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Hal itu tercermin dari data secara historis yang dihimpun pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan pada periode Ramadan pada 2024 atau Maret 2024, penyaluran pembiayaan fintech lending tumbuh 8,90% secara month to month (mtm). Sementara itu, pada periode Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pembiayaan meningkat 3,80% secara mtm. 

"Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (10/1/2026).


Baca Juga: OJK Masih Lakukan Pendalaman Terkait Merger 2 Fintech Lending Syariah

Mengenai hal itu, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda sempat berpendapat momentum Ramadan dan Lebaran memang bisa meningkatkan permintaan pembiayaan fintech lending. Dia bilang pembiayaan tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, serta keperluan mudik dan berwisata.

Namun, Nailul beranggapan ketika permintaan meningkat secara signifikan, maka kredit macet juga berpotensi meningkat. Siklus seperti itu disebutkannya memang terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, seharusnya penyelenggara fintech lending sudah mempunyai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan kredit macet. 

Baca Juga: Tumbuh 25,45%, Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp 94,85 Triliun per November 2025

Mengenai kinerja industri terbaru, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,45% secara Year on Year (YoY).

Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per November 2025 tercatat sebesar 4,33%. Angkanya meningkat drastis, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,76%. 

Baca Juga: Angka Kredit Macet Fintech Lending Melonjak, Tembus 4,33% per November 2025

Selanjutnya: Citi Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 3,5% PDB Dipicu Lonjakan Belanja Pemerintah

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Rekor All Time High, Nyaris Mencapai US$ 4.600 per troi ons

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News