KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim Ramadan dan Lebaran tahun 2026 diperkirakan menjadi sentimen positif bagi emiten komponen otomotif, khususnya yang bermain di segmen aftermarket. Momentum mudik mendorong peningkatan kebutuhan servis kendaraan serta penggantian suku cadang, sehingga berpotensi mengangkat penjualan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menilai emiten dengan jaringan ritel yang kuat seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berpeluang mencatat kenaikan penjualan pada periode ini.
Namun demikian, ia memperkirakan dampaknya cenderung lebih terbatas dibandingkan periode ketika penjualan mobil nasional berada dalam fase pertumbuhan yang agresif. "Emiten komponen otomotif dapat memanfaatkan momentum ini melalui promo servis dan suku cadang, optimalisasi jaringan bengkel atau ritel, serta fokus pada produk fast moving," kata David kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Proyeksi IHSG di Tengah Sentimen Kebijakan Bank Sentral dan Saham Rekomendasi Analis Dari sisi pergerakan saham, sektor komponen otomotif kerap memperoleh sentimen musiman positif menjelang Lebaran. Namun pada 2026, pergerakannya diperkirakan lebih selektif dan berjangka pendek, dengan dorongan utama berasal dari ekspektasi pasar ketimbang perbaikan fundamental industri otomotif secara menyeluruh. Secara terpisah, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengamini peluang emiten komponen otomotif untuk kembali mencatat kenaikan kinerja tetap terbuka lebar pada Ramadan tahun ini. Secara historis, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang mudik mendorong permintaan kendaraan dan suku cadang, khususnya di segmen aftermarket. "Jika tren penjualan kendaraan domestik dan pembiayaan otomotif yang mulai membaik berlanjut, maka emiten seperti AUTO berpotensi kembali menikmati lonjakan penjualan musiman, terutama dengan daya beli yang relatif terjaga dan inflasi yang stabil," ucap Abida kepada Kontan, Kamis (19/2/2026). Untuk memaksimalkan momentum Ramadan, emiten cenderung mengoptimalkan produksi dan distribusi suku cadang, memperkuat jaringan aftermarket, serta meningkatkan promosi menjelang arus mudik.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Masih Rawan Terkoreksi pada Jumat (20/2), Ini Rekomendasi Analis Selain itu, diversifikasi pendapatan melalui ekspansi ekspor juga menjadi fokus agar kinerja tidak hanya bergantung pada faktor musiman, seperti yang dilakukan PT Indospring Tbk (INDS) dalam memperluas penetrasi pasar global. Strategi ini membantu menjaga kesinambungan pertumbuhan pasca-Lebaran. Dari sisi pergerakan saham, Abida berpendapat sektor komponen otomotif berpotensi memperoleh sentimen positif menjelang dan selama Ramadan seiring ekspektasi peningkatan penjualan. Namun, pergerakan harga tetap akan sangat dipengaruhi oleh realisasi kinerja kuartal I serta panduan manajemen. Jika pertumbuhan laba terealisasi sesuai ekspektasi, maka saham sektor ini berpeluang mengikuti penguatan pasar secara umum, termasuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sensitif terhadap sentimen domestik. Rekomendasi Saham Dari sisi rekomendasi saham, Abida memilih saham defensif seperti PT Astra International Tbk (ASII) dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 7.425.
Sementara itu, David menyarankan untuk buy AUTO di target harga Rp 3.000 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News