Ramai Dikabarkan Lebur dengan MNC Bank (BABP), Bank Nobu: Tidak Ada Arahan Merger



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) ramai diisukan akan melakukan merger dengan PT Bank MNC Bank Internasional Tbk (BABP). Isu ini semakin santer terdengar karena kedua bank ini belum menyampaikan informasi kewajiban pemenuhan modal inti Rp 3 triliun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Seiring dengan itu, regulator menyebut bahwa ada dua bank yang melakukan merger  untuk memenuhi ketentuan modal inti itu. Oleh sebab itu, media massa mulai ramai memberikan kemungkinan bank milik Lippo itu. 

Namun, informasi itu dibantah secara tegas oleh manajemen Bank Nobu secara tegas. 


Baca Juga: OJK Sebut Merger 2 Bank Akan Rampung Juni 2023

Sekretaris Perusahaan Bank Nobu Mario Satrio menyatakan telah memiliki rencana aksi korporasi penuhan modal inti itu dan telah berkoordinasi dengan OJK. 

“Saat ini, perseroan tengah menyelesaikan tahapan rights issue II. Perseroan tidak menerima arahan melakukan merger untuk memenuhi ketentuan modal inti bank,” tulisnya, mengutip keterbukaan informasi, Senin (13/2). 

Memang, Bank Nobu tengah melakukan rights issue dengan merilis 681,81 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 yang mewakili sebanyak-banyaknya 12,90% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II. Adapun harga pelaksanaan dari aksi ini mencapai  Rp 592 setiap saham.

Sehingga Bank Nobu akan meraih dana rights issue sebanyak-banyaknya Rp 403,63 miliar dari aksi korporasi ini. Adapun setiap pemegang 81 saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 13 Februari 2023 pukul 16.15 WIB mendapatkan 12  HMETD. 

Dimana 1 HMETD berhak untuk membeli 1Saham Baru dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp 592 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham. 

Baca Juga: Teka-Teki Merger Bank, OJK Tak Mau Sebut Namanya

Saham Baru yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD II dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Saham yang akan diterbitkan dalam rangka PMHEMTD II ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar Bursa Efek selama 5 (lima) Hari Bursa mulai tanggal 15 Februari sampai 17 Februari dan 20 Februari sampai 21 Februari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi