KONTAN.CO.ID - Rumor tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 90% karyawan Tokopedia ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Unggahan tersebut memicu spekulasi bahwa TikTok, selaku pemilik Tokopedia, tengah melakukan PHK besar-besaran di Indonesia. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi yang menguatkan klaim bahwa 90% karyawan Tokopedia terdampak.
Meski demikian, TikTok Indonesia mengonfirmasi bahwa perusahaan memang sedang melakukan penyesuaian organisasi. Namun, perusahaan tidak menyebut jumlah karyawan maupun divisi yang terdampak. "Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar juru bicara TikTok dalam pesan singkatnya kepada KompasTekno. "Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," lanjut juru bicara TikTok. TikTok menambahkan pihaknya akan tetap melanjutkan investasi di Indonesia, khususnya untuk mengembangkan Tokopedia dan mendukung pelaku usaha lokal. "Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," lanjut perusahaan.
Baca Juga: Ada yang Naik, Ini Daftar Harga Mobil Listrik Juli 2026, Termurah Rp 152 Juta Belum jelas divisi yang terdampak Hingga berita ini ditayangkan, TikTok belum menjelaskan divisi atau fungsi kerja yang terdampak restrukturisasi tersebut. Perusahaan juga belum mengonfirmasi klaim yang beredar di media sosial mengenai besaran jumlah karyawan yang terkena PHK. Sebelumnya, sejumlah laporan media menyebut TikTok tengah melakukan penyesuaian organisasi di Indonesia sebagai bagian dari integrasi bisnis setelah Tokopedia bergabung dengan TikTok Shop. TikTok Shop resmi bergabung dengan Tokopedia pada awal 2024 setelah ByteDance mengakuisisi mayoritas saham PT Tokopedia. Sejak saat itu, perusahaan menjalankan proses integrasi berbagai fungsi bisnis dan operasional. Belum diketahui apakah restrukturisasi terbaru ini berkaitan langsung dengan proses integrasi tersebut. TikTok juga belum memberikan rincian mengenai jumlah posisi yang dihapus maupun jadwal pelaksanaan restrukturisasi. Dengan demikian, informasi yang telah dikonfirmasi perusahaan saat ini baru sebatas adanya penyesuaian organisasi pada tim R&D.
Tonton: AI Ternyata Belum Bisa Gantikan Manusia! Ford, IBM hingga Bank Mulai Rekrut Karyawan Lagi Sementara berbagai klaim mengenai jumlah karyawan yang terdampak maupun divisi tertentu, masih belum mendapat konfirmasi resmi dari TikTok.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/02/13584147/rumor-90-persen-karyawan-tokopedia-kena-phk-tiktok-bukan-keputusan-mudah Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News