Ramalan Gila Robert Kiyosaki: Harga Perak Melonjak ke US$ 107 Hari Senin Ini!



KONTAN.CO.ID - Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, menyampaikan pandangan optimistis soal perak lewat akun X pada 15 Januari 2026. Ia memprediksi harga perak akan melonjak tajam pada hari ini, Senin (19/1/2026), dipicu oleh semakin ketatnya pasokan fisik dan meningkatnya permintaan industri.

Mengutip News Bitcoin, menurut Kiyosaki, kondisi tersebut bukan sekadar fluktuasi sementara, melainkan mencerminkan defisit struktural di pasar perak.

Dalam unggahannya, Kiyosaki menulis: “Tesla tidak bisa mendapatkan perak. Senin ini harga perak akan melonjak dari US$ 91 per ons ke US$ 107 per ons. Mantap.”


Ia mengaitkan dugaan kesulitan Tesla dalam memperoleh perak dengan tekanan yang lebih luas di rantai pasok manufaktur global. Meski Tesla belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kelangkaan perak, komentar Kiyosaki mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di kalangan industri mengenai peran penting perak dalam kendaraan listrik, panel surya, dan perangkat elektronik canggih.

Unggahan tersebut mendapat respons besar di media sosial. Namun, para analis pasar menilai target harga US$ 107 dalam waktu sangat singkat masih bersifat sangat spekulatif.

Narasi soal pasokan perak semakin menguat setelah CEO Tesla Elon Musk ikut bereaksi di X terkait laporan bahwa mulai 1 Januari 2026, China mewajibkan izin pemerintah untuk ekspor perak. Musk menulis:

“Ini tidak baik. Perak dibutuhkan dalam banyak proses industri.”

Baca Juga: Kaget, Anak Warren Buffett Baru Sadar Ayahnya Miliarder Saat Usia 20 Tahun

Kebijakan ini memicu kekhawatiran bahwa pembatasan ekspor dari salah satu pemasok global utama dapat memperburuk ketidakseimbangan pasokan yang sudah ada. Per 17 Januari 2026, harga perak diperdagangkan di kisaran US$ 90,88 per ons, melonjak hampir 200% dibandingkan posisi setahun sebelumnya.

Pendukung pandangan Kiyosaki menilai reli perak dalam beberapa tahun terakhir sebagai bukti bahwa ia jeli membaca tren permintaan industri. Namun, tidak sedikit pula pelaku pasar yang bersikap skeptis.

Para pengkritik mengingatkan bahwa Kiyosaki memiliki rekam jejak panjang dalam melontarkan prediksi “kiamat pasar”, termasuk ramalan kejatuhan pasar pada 2021, 2023, dan 2024 yang tidak terbukti. 

Banyak analis institusional menilai target harga spesifik yang ia sampaikan lebih bersifat sensasional, serta mengingatkan bahwa volatilitas perak yang tinggi kerap memicu pembalikan harga tajam yang berisiko bagi investor ritel.

Tonton: Butuh Rp 74 Triliun Pulihkan Infrastruktur Sumatra, Menteri PU Siapkan Rencana Induk

Meski demikian, kombinasi terbatasnya produksi tambang dan kebijakan pembatasan ekspor internasional tetap memberikan dasar fundamental bagi pandangan bullish perak dalam jangka panjang.

Selanjutnya: Pencarian Korban Pesawat ATR IAT Masih Berlanjut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News