Rangkaian Email Pangeran Andrew ke Epstein Terungkap, Ini Isinya



KONTAN.CO.ID - Nama adik Raja Inggris, Prince Andrew, Duke of York, kembali menjadi sorotan global setelah kemunculannya dalam dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein.

Pangeran Andrew sempat ditahan pada Kamis (19/2) waktu setempat atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Ia kemudian dibebaskan pada hari yang sama tanpa dakwaan resmi.

Penahanan ini terjadi setelah Departemen Kehakiman AS membuka jutaan dokumen terkait Epstein, yang memperlihatkan kedekatan sang ahli finansial dengan banyak tokoh politik dan bisnis dunia.


Arsip yang dirilis otoritas Amerika Serikat menunjukkan rangkaian komunikasi sepanjang 2010, ketika Andrew masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.

Merangkum laporan Reuters, berikut kronologi dokumen yang disebut-sebut dikirim Andrew kepada Epstein berdasarkan urutan waktu.

Baca Juga: Pangeran Andrew Terseret Kasus Epstein, Status Hukum Masih Menggantung

Mei 2010

Dokumen paling awal berasal dari Mei 2010. Dalam email tersebut, Andrew merujuk pada diskusi sebelumnya dengan Epstein tentang cara menangani tanggung jawab terkait urusan finansial.

Ia menulis bahwa tidak akan ada masalah selama tanggung jawab investasi diserahkan kepada bank, lembaga keuangan, kendaraan investasi, atau pihak tepercaya lainnya.

Tidak jelas apakah pembicaraan itu berkaitan langsung dengan perannya sebagai utusan perdagangan atau urusan pribadi.

Juli 2010

Pada Juli 2010, korespondensi menunjukkan Andrew membahas rencana kesepakatan “cash-for-oil” bernilai sekitar US$8 miliar. 

Skema tersebut melibatkan kontak di Abu Dhabi, Dubai, dan Libya.

Email itu juga menyebut kemungkinan keterlibatan pejabat senior di Uni Emirat Arab dan Libya, termasuk akses ke orang dekat pemimpin Libya saat itu, Muammar Gaddafi.

November 2010

Dokumen penting lainnya berasal dari November 2010. Andrew disebut meneruskan empat laporan resmi pemerintah Inggris mengenai kunjungan ke Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan Shenzhen.

Laporan tersebut baru saja ia terima dari penasihat istana setelah perjalanan dinas ke Asia Tenggara dan China bagian selatan.

Pada hari yang sama, ia juga mengirimkan berkas lain berjudul “Overseas Bids 301110” yang berasal dari kantor pribadinya. Materi tersebut mencakup evaluasi biaya kegiatan komersial dan amal yang berkaitan dengan tugas resminya.

Desember 2010

Pada 24 Desember 2010, Andrew kembali mengirim dokumen kepada Epstein yang ia sebut sebagai “confidential brief” atau arahan rahasia.

Dokumen itu disusun oleh Provincial Reconstruction Team (PRT) di Afghanistan dan membahas peluang investasi internasional.

PRT adalah tim gabungan sipil-militer yang dibentuk untuk membantu pemulihan dan pembangunan wilayah konflik, khususnya di Afghanistan dan Irak setelah intervensi militer Barat. Program ini dipimpin oleh negara-negara koalisi seperti AS, Inggris, dan anggota NATO lainnya.

Andrew bahkan meminta Epstein memberikan komentar dan ide atas isi dokumen tersebut, yang mengindikasikan peran Epstein sebagai penasihat informal.

Baca Juga: Yoon Suk Yeol: Eks Jaksa Jadi Presiden, Kini Terancam Penjara Seumur Hidup

Informasi Sensitif dan Komunikasi Mencurigakan Lainnya

Selain dokumen resmi, arsip juga menunjukkan Andrew berbagi informasi internal dengan seorang bankir berbasis di Abu Dhabi, termasuk rencana pendekatan terhadap produsen mobil mewah Aston Martin.

Percakapan tersebut kemudian diteruskan oleh staf Andrew kepada Epstein.

Ada pula diskusi terkait persiapan kunjungan resmi ke China dan isu keuangan lain yang berkaitan dengan tugasnya sebagai utusan perdagangan.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Tolak Tuduhan Instagram Membidik Anak-anak di Bawah 13 Tahun

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini (20/2): Persiapkan Diri, Hujan Petir Landa 8 Kota

Menarik Dibaca: 6 Jenis Buah yang Bagus untuk Meningkatkan Kesehatan Usus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News