RANS Bantah Kerja Sama dengan D'Masiv Berakhir, Bagaimana Dana IPO?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) buka suara terkait pemberitaan mengenai pemutusan kerja sama dengan grup musik D'Masiv dalam penyelenggaraan rangkaian tur konser Asia. Perusahaan ini menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan kerja sama antara para pihak yang terlibat dalam tur konser tersebut.

Corporate Secretary Rans Entertainmen Indonesia Chintami Maranata Sihombing dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/11/2026) menyampaikan klarifikasi tersebut menyusul pemberitaan media massa pada 4 November 2026 mengenai dugaan berakhirnya kerja sama RANS dengan D'Masiv.

Chintami menegaskan belum terdapat perubahan maupun pengakhiran kerja sama dalam penyelenggaraan rangkaian tur konser Asia tersebut. “Sampai dengan saat ini belum ada perubahan kerjasama antara para pihak yang terlibat dalam tur konser tersebut,” terang dia. Dengan demikian, dia belum dapat memberikan kronologi ataupun alasan terkait pengakhiran kerja sama sebagaimana diberitakan.


Baca Juga: Merdeka Gold (EMAS) Private Placement 1,47 Miliar Saham Baru, Potensi Dilusi 9,09%

RANS mengungkapkan Term Sheet Kerja Sama Penyelenggaraan Event Konser D'MASIV yang ditandatangani pada 4 Mei 2026 memiliki jangka waktu enam bulan sejak tanggal penandatanganan.

Terkait hak dan kewajiban yang timbul dari kerja sama tersebut, perusahaan saat ini masih melakukan rekonsiliasi atas pelaksanaan kegiatan. Proses tersebut mencakup penerimaan, pengeluaran, pembagian hasil, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan konser.

Persoalan kerja sama dengan D'Masiv turut menjadi perhatian karena Term Sheet tersebut berkaitan dengan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) RANS untuk belanja operasional atau operational expenditure dalam rangka penyelenggaraan konser musik.

"Penggunaan dana yang belum direalisasikan sampai saat ini masih mengacu pada rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus, dengan memperhatikan hasil evaluasi perusahaan serta ketentuan pasar modal yang berlaku,” terang Chintami.

Menanggapi hal tersebut, RANS menyatakan realisasi pengeluaran dan komitmen biaya terkait penyelenggaraan kegiatan telah dicatat dalam pembukuan perusahaan. Namun, pencatatan tersebut masih dalam proses verifikasi dan rekonsiliasi.

Manajemen RANS menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh bentuk kerja sama dan penyelenggaraan kegiatan perseroan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko agar persoalan serupa dapat dihindari.

Terkait potensi dampak terhadap kondisi keuangan, kelangsungan kegiatan usaha, maupun pencapaian target bisnis, RANS kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan kerja sama antara para pihak dalam tur konser tersebut.

Baca Juga: Saham Teknologi AS Tertekan, Bitcoin Terancam Jatuh ke Level US$ 73.000

Perusahaan ini belum mengungkapkan estimasi besaran dampak finansial yang mungkin timbul. Proses rekonsiliasi atas penerimaan, pengeluaran, dan pembagian hasil kegiatan masih berlangsung.

Di sisi lain, RANS menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya yang belum disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga efek maupun kelangsungan usaha perseroan.

Manajemen menegaskan seluruh informasi material telah disampaikan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.

Hingga Jumat (6/11/2026), harga saham RANS turun 6,32% di level Rp 89 per saham. Sementara dalam lima hari saham RANS turun 11,88% dan sebulan turun 50%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News