Rapid antigen tes jadi penopang kinerja Itama Ranoraya (IRRA)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mencetak pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021. Bahkan, kenaikannya mencapai tiga digit.

Mengutip laporan keuangannya, IRRA mencetak kenaikan pendapatan hingga 670,14% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,08 triliun. Sementara, laba setelah pajaknya naik lebih signifikan hingga 840,59% yoy mejadi Rp 84,92 miliar. 

Kepada Kontan.co.id, Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Setno Raharjo menjelaskan, performa keuangan yang naik signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021 itu berasal dari penjualan produk seperti rapid test antigen, mesin plasma, reagen, rapid noncovid, dan juga produk baru Avimac.


"Dan kontribusi penjualan terbesar adalah penjualan rapid test antigen (Panbio)," kata Pratoto kepada Kontan.co.id, Selasa (26/10). 

Baca Juga: Cetak lonjakan laba, emiten-emiten ini optimistis lanjutkan kinerja apik

Adapun penjualan Panbio menjadi pengerek kinerja IRRA di periode Juli-September 2021 atau kuartal ketiga 2021 sehingga lebih tinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya. Penjualan Panbio di kuartal ketiga 2021 tercatat naik 38% dibandingkan kuartal kedua 2021. 

Selain Panbio, penjualan produk rapid noncovid dan Avimac juga menjadi penopang. Tercatat, rapid noncovid naik 919% sementara Avimac tumbuh 248% secara kuartalan. 

"Memang semester II, kami mulai mendapatkan order pembelian dari pemerintah. Ini pula yang biasanya membuat performa di semester II lebih tinggi dari semester I," imbuh Pratoto.

Baca Juga: Pendapatan melejit 671,1%, simak kinerja Itama Ranoraya (IRRA) hingga kuartal ketiga

Sekadar informasi, pendapatan yang diraih IRRA di kuartal ketiga 2021 sebesar Rp 521,2 miliar. Capaian ini meningkat 54,6% dibandingkan dengan pendapatan di kuartal kedua 2021 yang tercatat Rp 337 miliar. Kinerja yang terus naik ini membuat manajemen IRRA optimistis, target pendapatan dan laba bersih di tahun 2021 yang dipatok bertumbuh 80% hingga 100% akan tergapai. 

Diproyeksi, kinerja positif masih akan berlanjut tahun depan. Hanya saja, IRRA belum bisa membagikan angka pastinya. Yang jelas, IRRA sudah menyelesaikan ekspansi anorganik yakni akuisisi Oneject. Sehingga, mulai tahun depan Oneject akan menjadi sumber pertumbahan baru bagi IRRA.

Oneject akan menjadi pusat produksi alat kesehatan yang memiliki pangsa pasar domestik dan ekspor. Misalnya alat suntik, kantong darah, rapid test (Covid dan Non-Covid), dan produk-produk baru yang akan dihasilkan ke depannya. 

Baca Juga: Anak usaha Itama Ranoraya (IRRA) siapkan 100 juta-150 juta jarum suntik ADS

Sekadar informasi, emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi itu sudah menyelesaikan transaksi tahap pertama untuk proses akuisisi PT Oneject Indonesia. Adapun transaksi pembelian akan dilakukan dalam 2 tranche. Pembayaran di awal senilai Rp 198,8 miliar. 

Kinerja yang positif menjadi salah satu sentimen positif yang mengerek pergerakan harga saham IRRA sejauh ini. Menurut data RTI Business, sejak awal tahun, harga saham IRRA sudah menguat 15% year to date (ytd) menjadi Rp 1.840 per saham. Walau begitu, analis Panin Sekuritas Indonesia William Hartanto mengungkapkan, pergerakan IRRA saat ini mulai menunjukan tekanan jual. 

"Jadi menurut saya penguatan sementara saja, IRRA memiliki support 1.770 dan resistance 1.900," kata William kepada Kontan.co.id, Selasa (26/10). Dia pun menyarankan buy on weakness dengan target harga Rp 1.900 per saham dan Rp 2.020  per saham. 

Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) menjual seluruh saham treasury ke induk perusahaan

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan, pergerakan saham IRRA tengah berada dalam uptrend jangka pendeknya terlebih dahulu. 

"Hal ini tampak dari pergerakan indikator MACD dan Stochastic yang berpeluang golden cross dan melanjutkan penguatannya," kata Herditya kepada Kontan.co.id, Selasa (26/10). Dia pun menyarankan IRRA trading buy dengan menjaga level stop loss di Rp 1.700 per saham dengan target Rp 2.100-Rp 2.200 per saham terlebih dahulu.

Baca Juga: Nilai ekuitas Itama Ranoraya (IRRA) naik signifikan pasca pelepasan saham treasury

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati