KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) mengalami lonjakan kinerja pada kuartal IV-2025. Meski begitu, capaian pada penghujung tahun itu belum kuat mengangkat kinerja keuangan ESSA untuk periode tahun buku 2025. Emiten yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan pabrik amoniak ini mengantongi pendapatan senilai US$ 295,01 juta sepanjang tahun 2025. Pendapatan ESSA menyusut 2,12% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan raihan US$ 301,40 juta pada tahun 2024. Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan ESSA mengalami kenaikan 1,44% (yoy) menjadi US$ 196,15 juta. Hasil ini memangkas perolehan laba kotor ESSA sebanyak 8,49% (yoy) dari US$ 108,04 juta menjadi US$ 98,86 juta.
Secara bottom line, ESSA mengantongi laba bersih senilai US$ 40,29 juta pada tahun 2025. Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ESSA menurun 10,82% dibandingkan raihan US$ 45,18 juta pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Strategi Essa Industries (ESSA) Hadapi Penurunan Produksi LPG dan Amonia Tahun Depan Presiden Direktur & CEO Essa Industries Indonesia, Kanishk Laroya mengungkapkan bahwa pendapatan ESSA relatif terjaga, didukung oleh peningkatan volume pengiriman amoniak sebesar 3%. Sementara penurunan laba terutama dipengaruhi oleh realisasi harga penjualan yang lebih rendah. Penurunan pendapatan ESSA terjaga di level 2%, meskipun harga LPG dan amoniak masing-masing melemah 8% dan 3,5% (yoy). “Tingkat operasi yang optimal serta keandalan fasilitas produksi yang tinggi menjadi faktor utama kuatnya operasional ESSA sehingga mampu mengimbangi sebagian besar dampak penurunan harga terhadap pendapatan," ungkap Kanishk dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/3/2026). Kanishk menambahkan, pabrik LPG ESSA telah mencatat lebih dari 6,5 tahun tanpa gangguan operasional (zero plant trip). Sementara pabrik amoniak telah mencapai 9,4 juta jam kerja aman. Menurut Kanishk, hasil ini mencerminkan komitmen ESSA terhadap keunggulan operasional. Perbaikan Kinerja pada Kuartal IV-2025 Secara kuartalan (QoQ) ESSA mencatat perbaikan kinerja pada penghujung tahun 2025. Kinerja ESSA pada Kuartal IV 2025 didorong oleh pemulihan tajam harga amoniak yang meningkat sebesar 31% (QoQ). Kanishk mengungkapkan bahwa operasional yang solid serta didukung keandalan pabrik yang baik memungkinkan ESSA memanfaatkan kenaikan harga tersebut di tengah gangguan pasokan amoniak global. Hal ini mendorong pendapatan pada Kuartal IV 2025 meningkat 51% (QoQ), sementara laba bersih melonjak sebesar 194% (QoQ).
Baca Juga: Laba ESSA Industries (ESSA) Turun 36,53% Jadi US$ 21,30 Juta pada Kuartal III-2025 Menurut Kanishk, hasil tersebut mencerminkan kuatnya leverage operasional serta kemampuan ESSA dalam merespons dinamika pasar secara cepat. Di sisi yang lain, Kanishk juga menyoroti penurunan beban keuangan seiring pelunasan pinjaman lebih awal turut membantu mengimbangi sebagian dampak tersebut terhadap laba bersih.
Pengelolaan keuangan yang prudent juga memungkinkan ESSA menurunkan beban bunga serta memperkuat kinerja laba. "Pada Tahun 2025, kami berhasil mencapai posisi debt-free dengan posisi kas bersih sebesar US$ 126 juta, yang menempatkan ESSA pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan neraca keuangan dalam mendukung berbagai peluang pertumbuhan selanjutnya," terang Kanishk. Pada tahun ini, ESSA akan melaksanakan turnaround terjadwal untuk pabrik amoniak pada Kuartal II-2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Tripatra Rampungkan Revamping Pabrik Amonia Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News