KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai 4,6% pada Januari 2026. Angka ini naik tipis dari Desember 2025 yang sebesar 4,33%. Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Agus Supriyadi menyebut tingginya NPL masih berdampak pada industri penjaminan. "Seiring dengan masih tingginya risiko NPL UMKM pada awal tahun, terdapat peningkatan klaim penjaminan kredit," ujarnya kepada Kontan, Selasa (31/3/26).
Rasio NPL UMKM Naik ke 4,6% pada Januari 2026, Ini Dampaknya ke Industri Penjaminan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai 4,6% pada Januari 2026. Angka ini naik tipis dari Desember 2025 yang sebesar 4,33%. Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Agus Supriyadi menyebut tingginya NPL masih berdampak pada industri penjaminan. "Seiring dengan masih tingginya risiko NPL UMKM pada awal tahun, terdapat peningkatan klaim penjaminan kredit," ujarnya kepada Kontan, Selasa (31/3/26).