Ratusan Siswa Keracunan MBG, BGN Hentikan Operasional SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua usai menyebabkan ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Wakil Kepala BGN, Trenggono mengklaim telah melakukan peninjauan langsung para korban keracunan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua pada Kamis (6/8/2026). 

Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal sekaligus memperkuat langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan program. 


Dalam kesempatan itu, Trenggono meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani pasien, yaitu Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, dan RSUD Yowari. Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis yang memadai, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para penerima manfaat beserta keluarga.

Baca Juga: BI Mencatat Uang Primer Tumbuh 17,1% Menjadi Rp 1.154,5 Triliun Pada Juli 2026

Wakil Kepala BGN Trenggono juga mengunjungi Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan serta pelaksanaan standar operasional yang diterapkan dan memberhentikan operasional sementara (suspend).

"Tadi saya langsung melakukan kunjungan ke SPPG yang menangani ini. Memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, kenapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," ujar Trenggono dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026). 

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Menhub Jajaki Investasi dengan China & Rusia Garap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan

Berdasarkan data hingga pukul 15.45 WIT, Kamis (6/8/2026), tercatat sebanyak 219 penerima manfaat telah memperoleh penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Sebanyak 83 pasien dirawat di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, 14 pasien di Puskesmas Sentani, dua pasien di Puskesmas Komba, satu pasien di Puskesmas Kampung Harapan, empat pasien di RS Dok II Jayapura, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di RS Kementerian Kesehatan, dan 20 pasien di RS Dian Harapan.

Dari jumlah tersebut, delapan pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara itu, tiga pasien dirujuk dari RSUD Yowari ke RS Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan lanjutan sesuai dengan kebutuhan medis.

BGN terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus mendukung proses investigasi yang tengah berlangsung.

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," kata Trenggono.

Ia menambahkan bahwa hasil investigasi akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu, keamanan pangan, serta penerapan standar operasional pada seluruh tahapan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News