Ratusan Siswa Kudus Keracunan Makan Bergizi Gratis, BGN Bakal Sanksi SPPG



KONTAN.CO.ID - BOGOR. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan memberikan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kudus yang menyebabkan keracunan ratusan siswa. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi dan analisis kepada beberapa SPPG yang mengalami beberapa keracunan. 

"Nanti akan ada yang kami berikan lampu kuning karena menyalahi prosedur," kata Dadan usai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Bogor, Senin (2/2/2026). 


Baca Juga: IHSG Anjlok 4,88% pada Senin (2/2), Ini Respon Airlangga

Bahkan, menurut Dadan, beberapa SPPG nantinya di stop sementara jika terbukti melakukan kesalahan. 

Di sisi lain, BGN juga akan melakukan evaluasi menu yang diberikan. Nantinya, ada beberapa menu yang memang tidak boleh disajikan untuk menghindari kasus keracunan berulang. 

"Dan saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman," lanjut Dadan. 

Sebelumnya, ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis pada Rabu (28/1/2026). Hingga Kamis (29/1/2026), puluhan siswa masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemkab Kudus per Kamis (29/1/2026), jumlah siswa yang mengalami keracunan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 118 orang.

"Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit," kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mustiko Wibowo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dikutip dari Kompas.TV Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Airlangga: Investor FOMO Bikin IHSG Masih Anjlok

Mustiko menjelaskan para siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus dilaporkan mulai mengalami gejala keracunan pada Rabu (28/1/2026).

Kemudian, mereka dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda di Kabupaten Kudus. Rinciannya, di RSUD Loekmono Hadi Kudus ada 28 orang yang dirawat, RS Mardi Rahayu Kudus 22 orang, RS Sarkies Aisyiyah 19 orang, RSI Kudus 14 orang, RS Kumala Siwi 13 orang, RS Kartika 9 orang, dan RS Aisyiyah 13 orang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus Dwiyana mengatakan awalnya gejala keracunan dirasakan guru terlebih dulu.

Menurutnya, guru mulai merasakan gejala usai menyantap kiriman MBG dari SPPG Purwosari pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.

"Awalnya keluhan sakit perut dan diare muncul di kalangan guru. Setelah itu, banyak siswa yang mengeluhkan perut sakit, mual, pusing, dan diare," kata Dwiyana

Selanjutnya: Pengamat Ingatkan Risiko Danantara Masuk Pasar Modal melalui Manajer Investasi

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2), Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News