RDMP Balikpapan Produksi BBM Setara Euro 5: Target Kurangi Emisi
Jumat, 16 Januari 2026 15:46 WIB Oleh: Sabrina Rhamadanty | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Kilang Balikpapan yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) diketahui akan memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) setara Euro 5. Untuk diketahui, standar Euro 5 artinya BBM telah memenuhi standar emisi Euro 5 dari Eropa dengan kandungan sulfur sangat rendah dan menghasilkan emisi gas buang kendaraan yang jauh lebih bersih, dengan batas nitrogen oksida (NOx) dan partikel berbahaya (PM) yang lebih ketat, sehingga lebih ramah lingkungan dan mendukung kendaraan diesel modern. Terkait target ini, pengamat otomotif Bebin Djuana menyambut baik kehadiran kilang baru Pertamina di Balikpapan tersebut. Baca Juga: RDMP Balikpapan Diresmikan, Impor Solar Industri Belum Sepenuhnya Dihentikan Menurutnya, hal ini sudah sejalan dengan keinginan Indonesia yang berkomitmen untuk menjaga iklim global, termasuk mengurangi polusi udara (emisi Gas Rumah Kaca/GRK), dengan target awal penurunan emisi 29% (sendiri) hingga 41% (bantuan internasional) pada 2030. \”Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Bebin saat dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (16/01/2026). Sehingga, kata dia, dunia otomotif tak lagi dijadikan kambing hitam sebagai salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Tanah Air. ”Euro 5 itu membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jadi lebih baik, tambahnya. Ia mencontohkan taxi di Jerman yang berbahan bakar diesel Euro 5 dengan kondisi yang masih bersih mesinnya meski sudah berjalan sejauh 400.000 kilometer. ”Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakatnya,” tutur Bebin, Di sisi lain, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin mengatakan bahwa sebenarnya Pertamina sudah bisa mengembangkan, memodernisasi, dan meningkatkan kapasitas kilang minyak di Indonesia (RDMP) sejak 2019. Baca Juga: Pertamina Ungkap Investasi RDMP Balikpapan Tembus Rp 123 Triliun "RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya. Bahkan semestinya penggunaan BBM setara Euro 4 sudah terjadi sejak 2014. Tapi mundur menjadi 2016,” tutur Ahmad. Lembaganya terus mendorong peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersih, salah satunya dengan menghentikan penjualan Premium dan Solar bahkan Pertalite untuk digantikan dengan BBM berkualitas lebih baik. Oleh karena itu ia berharap Presiden Prabowo bisa mewujudkan tak saja ketahanan energi nasional namun juga yang tak kalah penting adalah memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi. ”Semoga presiden serius dalam mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan,” ujarnya. Dia juga menyebut bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan udara yang bersih bagi rakyatnya sesuai dengan UUD 45 pasal 28 H tentang kualitas udara yang baik, dan pemerintah wajib menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan, termasuk udara bersih, dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1). Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission. BBM standar Euro 5 mampu mereduksi emisi Nitrogen Oksida (NOx) dan partikulat padat secara signifikan, yang selama ini menjadi penyebab utama polusi udara di kawasan urban. Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan ini memastikan bahwa setiap liter bahan bakar yang diproduksi tidak hanya bertenaga, tetapi juga meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil. Langkah ini memposisikan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam hal standar kualitas bahan bakar dan perlindungan atmosfer. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News