Realisasi Anggaran Gencar di Akhir Tahun



JAKARTA. Upaya pemerintah mempercepat realisasi anggaran yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir sepertinya belum membuahkan hasil. Pasalnya, pola realisasi serapan belanja yang menumpuk di akhir tahun masih terus berulang, begitu juga untuk tahun ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan, salah satu pos belanja yang diyakini baru akan deras realisasinya di akhir tahun adalah belanja modal. Alasannya, penagihan pembayaran untuk proyek fisik biasanya dilakukan setelah proyeknya dibangun. Sehingga, "Belajanya akan melompat di kuartal IV," jelasnya baru-baru ini.

Hingga akhir tahun, Chatib meyakini realisasi belanja modal bisa tercapai sekitar 90% dari pagu anggarannya. Catatan saja, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 pemerintah menetapkan anggaran belanja modal Rp 184,2 triliun. Hingga akhir Mei 2014, realisasi belanja modal pemerintah baru Rp 20,4 triliun.


Sementara itu, dalam APBNP 2014 pemerintah memotong anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 43 triliun. Dengan pemotongan belanja K/L ini, tentu saja besaran belanja modal juga bakal turun.

Tapi, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati bilang tidak ada perubahan belanja modal yang signifikan dalam revisi anggaran di APBNP 2014 lantaran pemerintah lebih mengutamakan pemangkasan belanja rutin di luar belanja modal. Kalaupun da pemangkasan belanja modal kata Anny maka lebih diutamakan pada proyek-proyek yang sekiranya tak akan rampung hingga akhir tahun. Sayangnya, ia masih enggan membeberkan besaran belanja modal di APBNP 2014.

Meski penyerapan belanja baru deras menjelang akhir tahun, tapi pemerintah optimistis belanja negara yang dalam APBNP 2014 ditargetkan Rp 1.876,9 triliun bakal terserap seluruhnya. Pada semester I-2014 pemerintah memperkirakan realisasi belanja negara Rp 780 triliun atau 41,6% dari pagunya.

Sebagai gambaran, per akhir Mei 2014, realisasi belanja negara sebesar Rp 605,7 triliun atau 32,27% dari pagu APBNP 2014. Sementara itu, pemerintah berharap sisa anggaran belanja negara sebesar Rp 1.096,9 triliun atau 58,4% dari pagunya di APBNP 2014 bakal terserap pada paruh kedua tahun ini.  

Pengamat Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam menilai titik krusial realisasi belanja tahun ini ada di saat peralihan pemerintahan dari pemerintah lama ke pemerintah baru. "Bila peralihan (dari pemerintahan lama ke pemerintah baru), termasuk di kementerian teknis tidak cepat, maka akan mengganggu akselerasi realisasi anggaran," katanya. Bila hal ini terjadi, Latif khawatir anggaran belanja tak bisa terserap maksimal.

Catatan saja, tanpa ada peralihan pemerintahan saja, selama ini realisasi belanja pemerintah dari tahun ke tahun belum bisa terserap 100%.Tapi untuk tahun ini Chatib optimistis belanja negara akan bisa terserap. Apalagi, untuk tahun ini pemerintah telah memangkas anggaran belanja K/L. Sehingga, kata Chatib seharusnya serapan belanja bisa lebih maksimal.

Namun Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati berpendapat transisi pemerintahan tidak akan berpengaruh signifikan pada realisasi anggaran. Alasannya, kata Enny, mekanisme penyerapan anggaran sudah ada, sehingga pemerintahan baru tinggal menjalankan.

Khusus untuk belanja modal, Enny bilang seharusnya realisasinya bisa dipercepat sejak awal tahun sehingga tak menumpuk di akhir tahun. Sehingga, "Ini yang harus diperbaiki yaitu desain perencanaan anggaran," tandas Enny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News