Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Capai Rp13,19 Triliun di Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi anggaran sepanjang 2025 mencapai Rp 13,19 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, realisasi itu mencapai 91,32% dari pagu anggaran yang ditetapkan untuk tahun 2025 sebesar Rp 14,444 triliun.

Sisa anggaran yang tidak terealisasi adalah pengembalian blokir efisiensi dan optimalisasi anggaran, yang mencapai Rp 1,506 triliun.


"Penyerapan anggaran waktu itu kami janjikan akan di sekitaran di atas 90%, dan alhamdulillah realisasinya itu 91,32%, dan sisanya sebagian itu dibintang oleh Kementerian Keuangan sekitar Rp1,5T. Itu dari sisi anggaran dan penyerapan anggaran sebanyak ini melahirkan beberapa target kinerja kita," ujar Bahlil pada Rapat Kerja dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Izin Agincourt Resources Dicabut, Simak Respons United Tractors (UNTR)

Bahlil menambahkan, anggaran yang sudah terserap di 2025 dialokasikan untuk berbagai program untuk mendukung swasembada energi, di antaranya pencapaian lifting minyak bumi sebesar 605,3 barel per hari (bph) atau melampaui target 605 ribu bph.

Rata-rata lifting gas bumi pada 2025 mencapai 951,8 MBOEPD masih di bawah target sebesar 1.005 MBOEPD. Meski demikian, lifting gas bumi masih dapat memenuhi kebutuhan domestik tanpa melakukan impor.

"Sekalipun di awal tahun kita ada rencana mengalami defisit antara konsumsi kita dan produksi. Bahkan sempat kita merencanakan untuk melakukan impor. Tapi dengan kerja keras dari tim Kementerian ESDM dan SKK Migas, dan juga beberapa BUMN kita, Alhamdulillah di 2025 tidak ada impor LNG," jelas Bahlil.

Alokasi anggaran 2025 juga diberikan untuk akselerasi program kelistrikan yang menyasar kepada masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), melalui program listrik desa. Sepanjang tahun lalu, Pemerintah menerangi 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) juga diberikan kepada 205.968 rumah tangga yang sebelumnya tidak teraliri listrik PLN. Ke depan, target Pemerintah adalah melistriki seluruh desa dan dusun.

"Program strategis energi kita ke depan adalah program listrik desa kita kembangkan terus. Karena target Bapak Presiden yang diberitakan kepada kami, 2029 seluruh desa dan dusun harus semuanya selesai," ujar Bahlil.

Baca Juga: Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Perkuat Bisnis Hilir untuk Tingkatkan Kinerja pada 2026

Keberhasilan menjalankan program pro-rakyat ini di apresiasi oleh Komisi XII DPR RI.

"Kami mengapresiasi pencapaian realisasi anggaran yang 91,32 persen. Tentunya ini betul-betul mencerminkan capaian outcome strategis sektor energi," ujar anggota Komisi XII DPR RI Junaidi Auly.

Adapun untuk tahun 2026, total Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM setelah penajaman adalah Rp 9,34 triliun, yang berasal dari rupiah murni Rp 7,23 triliun, kemudian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 1,72 triliun, dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 0,39 triliun.

Selanjutnya: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.853 Per Dolar AS Hari Ini (23/1), Asia Perkasa

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Rebound, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Jumat (23/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News