Realisasi belanja negara mencapai Rp 2.306,7 triliun hingga 30 November 2020



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja negara hingga 30 November 2020 mencapai Rp 2.306,7 triliun. Realisasi itu mencapai 84,2% dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 2.739,2 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebutkan bahwa realisasi belanja negara mengalami pertumbuhan sekitar 12,7% % year on year (yoy) dari tahun 2019 yang hanya sekitar Rp 2.016,6 triliun pada periode yang sama.

Jika dirinci berdasarkan jenis belanja negara terbagi menjadi dua yakni belanja pemerintah pusat yang terdiri dari belanja K/L dan belanja Non K/L serta transfer dana ke daerah dan dana desa (TKDD).


Dalam paparan APBN Kita edisi Desember 2020, Sri Mulyani memaparkan realisasi belanja pemerintah pusat tumbuh 20,5% yoy dengan belanja mencapai Rp 1.558,7 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp 1.293,6 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Penerimaan pajak terus membaik

“Belanja yang tumbuh 20,5% yoy ini memang berkaitan untuk kebutuhan penanganan Covid-19,” jelas Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Senin (21/12).

Adapun dalam realisasi belanja pemerintah pusat juga terbagi dari realisasi belanja K/L yang mencapai Rp 852,2 triliun hingga November 2020 dari total pagu Rp 836,4 triliun atau meningkat 18,6%.

Dalam realisasi belanja K/L, Menkeu menyebutkan belanja K/L yang meningkat cukup signifikan adalah belanja bantuan sosial yang tumbuh 80,7% yoy. Adapun realiasinya mencapai Rp 191,4 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 105,9 triliun di periode yang sama.

Baca Juga: Setoran pajak orang pribadi jadi satu-satunya penerimaan pajak yang tumbuh positif

“Ini juga lebih tinggi realisasinya dari alokasi pagu pada Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 170,7 triliun,” jelasnya.

Editor: Noverius Laoli