KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah optimistis penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026 mampu mencapai target yang ditetapkan yakni sebanyak 350.000 unit rumah subsidi. "Kalau saya, harus optimistus," kata Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati, Senin (28/09/2026). Menurut dia, jika berkaca kepada penyaluran FLPP tahun 2025, akan terjadi lonjakan yang signifikan pada tiga bulan terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Turun, Gadai ValueMax Sebut Ticket Size Masih Rp 20 Juta-Rp 50 Juta "Kalau bicara trending gitu ya, ini biasanya kan ada di bulan sekian biasanya turun, bulan-bulan naik, gitu," lanjut Sri. Sementara berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi penyaluran FLPP hingga 28 September 2026 mencapai 160.070 unit atau 45,73 persen. Jumlah tersebut terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun (rusun). Sasar segmen pendapatan tetap Untuk mengejar target sekitar 65.000 rumah subsidi terjual per bulan, BP Tapera membidik calon debitur dengan pendapatan tetap atau
fixed income, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja swasta, dan buruh. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, calon debitur dengan pendapatan tetap memiliki potensi lebih besar untuk lolos proses verifikasi di perbankan.
Baca Juga: Penyaluran Kredit Korporasi Melesat, Layanan Digital Korporasi Perbankan Ikut Ngebut Menyusul hal tersebut, terbuka pula usulan menggandeng bagian sumber daya manusia atau
Human Resource Development (HRD) perusahaan untuk melakukan profiling calon debitur serta mengundang peserta yang potensial dalam sosialisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. "Berdasarkan data kami, terdapat potensi data demand atau permintaan sebanyak 48.679 unit. Jika hal tersebut tercapai, maka total capaian dapat mencapai 208.749 unit," kata Heru. Bentuk gugus tugas Untuk mengoptimalkan penyaluran FLPP hingga akhir 2026, BP Tapera bersama Kementerian PKP dan para mitra kerja akan membentuk gugus tugas. Gugus tugas tersebut akan memantau optimalisasi penyaluran hingga akhir tahun dan melakukan evaluasi setiap pekan. "Kita juga melihat dari sisi supply, ready stock yang dilaporkan oleh pengembang juga perlu juga untuk dikejar. Termasuk dengan rusun yang diimbangi dengan permintaan," kata Heru.
Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha AIA Syariah Insurance, Resmi Jadi Perusahaan Syariah Sementara itu, BP Tapera melihat adanya kebutuhan untuk meningkatkan kolaborasi data antara pengembang, bank penyalur, dan data yang diolah BP Tapera. Langkah tersebut dilakukan agar kesenjangan data dapat dikurangi dan realisasi penyaluran FLPP meningkat.
BP Tapera juga mencatat, capaian penyaluran FLPP tahun 2026 secara bulanan menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun 2025. Heru mengatakan, realisasi 2025 pada dasarnya turut didorong keterbatasan kuota pada 2024 sehingga terdapat
carry over dari tahun sebelumnya. Sumber:
https://www.kompas.com/properti/read/2026/09/29/063444521/pemerintah-optimistis-350000-unit-rumah-subsidi-ludes-tahun-ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News