Realisasi investasi capai Rp 826,3 triliun tahun lalu, BKPM diminta tak berpuas diri



KONTAN.CO.ID - ​JAKARTA. Pada tahun 2020, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil mencapai target realisasi investasi dengan mencatatkan nilai investasi sebesar Rp826,3 triliun. Capaian tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan tak terkecuali kalangan DPR RI.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengatakan, kerja keras BKPM dalam mengerek nilai investasi pada tahun 2020 lalu baik investasi dari dalam maupun dari luar patut dihargai.

"Kita apresiasi capaian target tersebut. Ini tentu saja kabar menggembirakan bagi perekonomian kita dimana di tengah kondisi ekonomi global yang dihadapkan pada ketidakpastian, Indonesia mampu menjadi negara yang bisa menarik minat investasi. Tidak mudah memang tapi kerja keras BKPM mampu menjawab keraguan itu. Jangan berpuas diri tapi terus tingkatkan capaian sebelumnya," kata Bendahara Megawati Institute dalam keterangannya , Sabtu (13/2).


Kendati demikian, Darmadi tetap mengingatkan apa yang telah dicapai di tahun sebelumnya mesti menjadi acuan BKPM untuk terus meningkatkan realisasi investasi lebih besar lagi.

"Tahun 2021 ini tantangannya lebih berat lagi. Kita dihadapkan pandemi Covid-19 yang belum mereda. Jadi BKPM mesti lebih proaktif lagi, responsif dan harus berani mengubah mindset," tandas Politikus PDIP itu.

Lebih lanjut Darmadi mengatakan, ada yang jauh lebih  penting yang mesti dilakukan BKPM selain mengerek masuk investasi.

Baca Juga: BKPM siap kawal perizinan untuk Maluku menjadi lumbung ikan nasional

"Tugas selanjutnya bukan hanya menarik investasi masuk tapi BKPM juga mesti proaktif, responsif ketika mereka (investor) mengalami sejumlah persoalan dan kendala. BKPM harus berani menginstruksikan kepada para deputi-deputi yang membantunya untuk mampu menerjemahkan apa yang menjadi visi misi Presiden Jokowi untuk menggalakkan investasi," tandasnya.

"Apalagi kepala BKPM kan sempat mengeluh sebelumnya dengan mengibaratkan sudah di depan pintu rumah tapi para investor ini balik arah. Keluhan ini mesti jadi bahan evaluasi untuk kemudian bagaimana caranya ketika investor sudah di dalam rumah terus mereka menghadapi persoalan mestinya jangan dibiarkan tapi BKPM mesti responsif dan proaktif membantu mereka," tegasnya.

Darmadi juga tak memungkiri masih banyaknya persoalan yang mesti dibenahi dalam menarik minat investor untuk berinvestasi di Indonesia.

" BKPM harus actions speak louder than words (bekerja sesuai apa yang diucapkan) bukan sebaliknya. Kepuasan investor akan menjadi kunci penting dalam mengerek masuk investasi. Karena mereka atau investor bisa jadi word of mouth (menyampaikan hal positif dari mulut ke mulut ke yang lainnya menyangkut iklim investasi di kita) yang baik ketika investor puas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto