Realisasi investasi kuartal I capai Rp 124 triliun



JAKARTA. Tanda-tanda perlambatan ekenomi tahun ini rupanya tak mempengaruhi realisasi investasi di dalam negeri. Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan realisasi investasi kuartal pertama tahun ini mengalami pertumbuhan yang baik.

Selama Januari-Maret tahun ini, realisasi investasi di dalam negeri mencapai Rp 124,6 triliun atau naik 16,9% dibandingkan dengan realisasi investasi pada kuartal pertama tahun lalu yang sebesar Rp 106,6 triliun.

Kepala BKPM Franky Sibarani memerinci, realisasi tersebut paling besar masih berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) yaitu dengan porsi 65,9% atau Rp 82,1 triliun. Sementara porsi Penanaman Modal Asing Negeri (PMDN) sebesar Rp 34,1% atau Rp 42,5 triliun.


"Ini memberikan ganbaran positif terhadap perkembangan investasi di indonesia, ditandai dengan peningkatan yang baik terhadap investasi triwulan I 2014 dengan 22,8% untuk PMDN dan 14,% untuk PMA," kata Franky dalam paparannya, Selasa (28/4).

Berdasarkan sektornya, realisasi investasi paling banyak berasal dari sektor pertambangan sebesar 12% atau Rp 15 triliun. Berikutnya, sektor industri makanan sebesar 10,3% atau Rp 12,8 triliun, sektor listrik, gas, dan air sebesar 9,4% atau Rp 11,7 triliun, sektor tanaman pangan dan perkebunan sebesar 9,1% atau Rp 11,3 triliun, dan industri logam dasar, barang ligan, mesin dan elektronik sebesar 8,6% atau Rp 10,8 triliun.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modak BKPM Azhar Lubis mengatakan, dari angka tersebut, sebaran realisasi investasi juga di luar Pulau Jawa bahkan mengalami peningkatanan. Selama kuartal pertama 2015, porsi realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat menjadi 43,9% atau Rp 54,7 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 56,1% Rp 44,6 triliun.

"PMDN dan PMA masih mendominasi di Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Banten," imbuh Azhar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News