Realisasi investasi kuartal IV-2020 tumbuh 3,1% yoy, ini pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal IV-2020 sebesar Rp 214,7 triliun. Angka tersebut naik 3,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu.

Capaian tersebut berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 294.780 Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pada periode ini, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp 111,1 triliun (51,7%), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 103,6 triliun (48,3%). 

Secara kumulatif, pencapaian realisasi investasi sepanjang tahun 2020  berhasil mencapai Rp 826,3 triliun atau 101,1% dari target Rp 817,2 triliun. Komposisinya, PMDN mencapai Rp 413,5 triliun (50,1%), sedangkan PMA sebesar Rp 412,8 triliun (49,9%). Perolehan pada tahun 2020 tersebut mampu menyerap hingga 1.156.361 TKI dengan total 153.349 proyek investasi.


“Ada kenaikan sekitar 9 triliun. Kita lihat di sini, PMDN berkontribusi lebih besar dibandingkan PMA. Di era pandemi Covid-19, peran PMDN sangat luar biasa sebagai benteng pertahanan realisasi investasi. Jadi BKPM tidak hanya urus investor asing saja. Lima tahun terakhir investasi kita sudah mulai berimbang antara PMA dengan PMDN,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring pada Senin (25/1).

Baca Juga: Sepanjang 2020, penyerapan tenaga kerja tumbuh 10,5% ditopang pertumbuhan investasi

Tercatat persebaran investasi pada kuartal IV-2020 di luar Pulau Jawa mencapai Rp 113,4 triliun (52,8%), melebihi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 101,3 triliun (47,2%).  Sedangkan, untuk periode sepanjang tahun 2020, realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 417,5 triliun (50,5%) lebih besar dibandingkan di Jawa sebesar Rp 408,8 triliun (49,5%). 

“Ini adalah sebuah bukti bahwa investor dalam dan luar negeri tidak lagi menjadikan Jawa sebagai alternatif satu-satunya. Ke depan, dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi, luar Jawa akan berkembang. Kami membuka semuanya dan memberikan insentif lebih baik. Karena esensinya, pertumbuhan ekonomi itu penting, tapi lebih penting lagi pemerataan,” jelas Bahlil. 

Selanjutnya: Sepanjang tahun 2020, realisasi investasi menembus Rp 826,3 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi