Realisasi investasi naik tipis, Kadin: Akibat kondisi geopolitik global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal III-2019 sebesar Rp 205,7 triliun dan terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 105,00 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 100,7 triliun.

Bila dibandingkan dengan realisasi investasi pada kuartal III-2018, realisasi pada kuartal ini tercatat meningkat sebesar 18,4% (yoy). Hanya saja, bila dibandingkan dengan kuartal II-2019, realisasi investasi pada kuartal ini hanya naik tipis sebesar 2,6% (qtq).

Baca Juga: Realisasi investasi langsung moncer di kuartal III 2019, ini catatan ekonom BCA


Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bidang perhubungan Carmelita Hartoto, kondisi tersebut tidak lepas dari keadaan geopolitik global yang juga berpengaruh besar terhadap iklim investasi di Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga dinilai tidak memiliki kemudahan izin seperti negara lain. Ini yang menyebabkan para investor enggan untuk melirik Indonesia. Carmelita mengambil contoh negara Vietnam yang berhasil menarik para investor.

Untuk itu, guna menarik investasi, Indonesia diimbau untuk segera memperbaiki sistem perizinan. Dengan adanya perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS), diharapkan proses perizinan bisa lebih cepat.

Baca Juga: BI: Bauran kebijakan moneter bantu dorong investasi langsung

"Mudah-mudahan dengan diluncurkan OSS pada 11 November 2019 nanti bisa membantu," kata Carmelita kepada Kontan.co.id, Kamis (31/10).

Carmelita pun juga berharap agar BKPM dalam menjalankan tugasnya tetap memperhitungkan kepentingan nasional. Hal ini juga didukung masukkan bagi BKPM untuk melakukan rechecking dengan kementerian terkait saat mengeluarkan perizinan.

Selain dengan mempermudah perizinan, Indonesia juga diharapkan mampu untuk melakukan reformasi terhadap undang-undang perburuhan. Dari sisi moneter, diharapkan pula suku bunga acuan yang sudah diturunkan oleh Bank Indonesia (BI) hingga 5,00% pada Oktober 2019 bias segera disesuaikan oleh bank-bank komersial.

"Sehingga nantinya bunga pinjaman yang diberikan bisa lebih rendah dan mempermudah usaha juga," tambah Carmelita.

Baca Juga: Ini sejumlah strategi BKPM mendorong kenaikan investasi dalam negeri

Untuk ke depannya, Carmelita juga melihat masih ada tantangan dari global yang bisa menghambat aliran investasi untuk bermuara di Indonesia, yaitu ancaman resesi dunia yang sudah ada di depan mata.

Oleh karena itu, Carmelita pun mengajak untuk pengusaha agar bersiap-siap dan mengambil ancang-ancang untuk mengetatkan ikat pinggang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto