Realisasi Investasi Rp 1.010,6 Triliun pada Semester I, Capai 49,5% dari Target 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year/yoy) dan telah mencapai 49,5% dari target investasi tahun ini sebesar Rp 2.041,5 triliun.

Meski masih mencatat pertumbuhan, laju investasi pada semester I-2026 melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, realisasi investasi semester I-2025 mencapai Rp 942,9 triliun atau tumbuh 13,6% yoy.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, capaian tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah untuk semester pertama tahun ini.


Baca Juga: Dana Kopdes Merah Putih Disorot, Pengadaan Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Dipertanyakan

"Dan ini sesuai dengan target kami, yaitu mencapai 49,5% dari total target dalam satu tahun," ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana, Kamis (16/7).

Rosan menilai, realisasi investasi yang hampir mencapai separuh target tahunan menunjukkan minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia masih tetap terjaga, meski dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat tantangan geopolitik dan geoekonomi.

"Di tengah masih adanya tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah komitmen para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment masih in line dengan target yang dicanangkan Bapak Presiden kepada kami untuk tahun 2026," katanya.

Dari sisi sumber investasi, realisasi semester I-2026 ditopang secara berimbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMA tercatat sebesar Rp 507,6 triliun atau berkontribusi 50,2% terhadap total realisasi investasi. Sementara PMDN mencapai Rp 502,9 triliun atau menyumbang 49,8%.

Baca Juga: Rosan: Realisasi Investasi Kuartal II-2026 Capai Rp 511,8 Triliun

Realisasi investasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang semester I-2026, investasi berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dan yang paling penting adalah kita bisa lihat di sini penyerapan tenaga kerjanya mencapai 1.448.862 orang atau kurang lebih meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya," tutur Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News