Realisasi lifting dan serapan LNG kargo naik tipis pada Juli 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki paruh kedua tahun 2020 realisasi lifting dan serapan kargo Liquified Natural Gas (LNG) berangsur meningkat mencapai 118,7 standar kargo. Raihan ini naik tipis dari realisasi Juni 2020 lalu yang tercatat sebesar 104,8 kargo.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih merinci, realisasi per 31 Juli 2020 tersebut terdiri dari 49,6 kargo dari Kilang Bontang dan 69,1 kargo dari Kilang Tangguh. Adapun, dari porsi tersebut mayoritas kargo didistribusikan untuk pasar ekspor.

"Rinciannya 89,8 kargo untuk ekspor. Kilang Bontang sebanyak 35 kargo dan Tangguh sebanyak 54,8 kargo," ungkap Susana kepada Kontan.co.id, Rabu (19/8).


Sementara itu, sisa 28,9 kargo untuk kebutuhan domestik yang ditopang Kilang Bontang sebanyak 14,6 kargo dan Kilang Tangguh sebanyak 14,3 kargo. Hingga 31 Juli 2020 tercatat ada 26 kargo LNG yang dipasarkan ke pasar spot. Susana memastikan untuk periode Agustus hingga Oktober 2020 ini akan ada 10 kargo yang akan dijual di pasar spot.

Baca Juga: PLN berhasil menyambungkan listrik ke tujuh desa di Pulau Nias

"Terdapat 10 kargo spot yang telah mendapatkan alokasi dan harga dari Menteri ESDM," ujar Susan. Kendati demikian, ia tak merinci besaran harga yang dikenakan.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, minimnya serapan PLN jadi penyebab tak terserapnya 14 kargo LNG. Susana memastikan, memasuki paruh kedua ini belum ada tambahan serapan kargo oleh PLN. "PLN belum ada serapan tambahan, Konfirmasi terakhir, untuk tahun ini PLN ambil 20 kargo. 3 kargo dari Tangguh dan 17 kargo dari Bontang," terang Susana.

Asal tahu saja, Pandemi Covid-19 ikut berdampak terhadap realisasi lifting dan serapan gas, termasuk untuk gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, lifting dan serapan LNG Semester I tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief S. Handoko mengungkapkan, realisasi lifting LNG hingga Juni sebesar 104,8 kargo. Merosot dibandingkan Semester I tahu lalu yang mencapai 119,8 kargo LNG.

"Memang berat ada covid dan harga minyak yang turun signifikan. Kalau dibandingkan Semester I (2019) total hampir 120 kargo, realisasi (Semester I) tahun ini 104,8 kargo, jadi ada perbedaan 15 kargo," ungkap Arief dalam paparan kinerja Semester I-2020 hulu migas, Jum'at (17/7) lalu.

Arief menjelaskan, realisasi lifting 104,8 kargo LNG ini berasal dari Kilang Bontang sebanyak 45,2 kargo dan Tangguh sebesar 59,6 kargo. Penurunan pun juga terjadi di sisi serapan LNG. 

Baca Juga: Ini upaya Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam mengembangkan UMKM

Penyaluran dari kilang Bontang ke domestik tercatat sebanyak 13,2 kargo, sedangkan dari kilang Tangguh sebanyak 12,6 kargo. Secara total penyaluran ke domestik sebanyak 25,8 kargo, lebih mini dari Semester I tahun lalu yang sebanyak 29 kargo.

Arif menyebut, ada sejumlah kargo LNG yang tidak jadi diserap lantaran adanya perubahan komitmen dari beberapa sales purchase agreement LNG. Salah satu konsumen utama LNG dalam negeri adalah PT PLN (Persero).

Pasalnya, sejak merebak covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), konsumsi energi anjlok termasuk untuk penjualan listrik. Akibatnya, serapan gas untuk wilayah Jawa dan Sumatera pun mengalami penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .