KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (
MREI) atau Reasuransi Marein mengungkap penyebab keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025. Presiden Direktur Reasuransi Marein Robby Loho mengatakan, keterlambatan tersebut salah satunya disebabkan oleh serangan siber yang dialami perusahaan. Insiden tersebut telah ditangani dengan melibatkan pihak profesional dan telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Ada Potensi Biaya Dana Naik , PPGI Ungkap Industri Gadai Perlu Terapkan Strategi Ini "Hasil penanganan menunjukkan tidak adanya kebocoran data hingga penyelenggaraan RUPSLB," ungkap Robby dalam
Public Expose secara daring, Jumat (14/8/2026). Sebagai langkah lanjutan, Reasuransi Marein bekerja sama dengan pihak profesional untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi (TI) perusahaan. Penguatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan perlindungan sistem perusahaan terhadap risiko serangan siber. Selain persoalan keamanan TI, perusahaan juga masih melakukan proses penghitungan kembali metode akuntansi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. Robby mengatakan, proses tersebut dilakukan dengan menggandeng profesional yang memiliki keahlian di bidang sistem perasuransian. "Saat ini, perusahaan telah menyelesaikan kalkulasi saldo awal PSAK 117 dan data tahun 2024, serta proses validasi data tahun 2025 sedang berlangsung," ujarnya. Dia memperkirakan seluruh proses tersebut dapat rampung pada minggu kedua September 2026. Sementara itu, proses audit atas laporan keuangan oleh auditor eksternal diperkirakan selesai pada pertengahan Desember 2026.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Siapkan Strategi Tekan Klaim Penjaminan Reasuransi Marein Rombak Jajaran Direksi Dalam RUPSLB yang digelar di Plaza Marein, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026), Reasuransi Marein juga menyetujui perubahan susunan direksi. Trinita Situmeang yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur digantikan oleh Anwar Cipto Syamsul. Pengangkatan Anwar sebagai Direktur berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan atau
fit and proper test, serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, susunan pengurus Reasuransi Marein terdiri dari Hardjono sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen, Aloysia Dwi Ana Nurhandayani sebagai Komisaris, dan Fanra Budiman Arief sebagai Komisaris. Sementara jajaran direksi terdiri dari Robby Loho sebagai Presiden Direktur, Lukcimo Jahja sebagai Direktur Keuangan, serta Anwar Cipto Syamsul sebagai Direktur.
Baca Juga: Adira Finance: Pembiayaan Mobil Masih Menghadapi Sejumlah Tantangan hingga Akhir 2026 Robby menegaskan, pergantian Trinita oleh Anwar tidak berkaitan dengan serangan siber yang dialami perusahaan. Menurut dia, pergantian tersebut dilakukan karena masa jabatan Trinita telah berakhir. "Perubahan jajaran direksi dari Trinita menjadi Anwar tidak ada kaitannya dengan serangan siber. Hal tersebut murni karena masa jabatan Trinita yang sudah habis," tegas Robby. Dengan disetujuinya seluruh agenda dalam RUPSLB 2026, Reasuransi Marein menyatakan akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan keamanan sistem, serta mendorong inovasi untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News