JAKARTA. Tantangan industri reasuransi Tanah Air cukup berat. Jumlah premi reasuransi yang mengalir ke luar negeri sangat fantastis. Menteri BUMN Rini Soemarno menyayangkan kondisi reasuransi saat ini. Sebab selama bertahun-tahun, reasuransi dalam negeri menyumbang defisit transaksi berjalan. Sejak tahun 2013, aliran premi reasuransi ke luar negeri mencapai Rp 20 triliun per tahun. Selain menimbulkan beban defisit transaksi berjalan, kondisi ini juga menghilangkan potensi penerimaan pajak negara triliunan rupiah setiap tahunnya. Untuk memperbaiki kondisi ini, pihaknya melebur PT Reasuransi International Indonesia (ReINDO) ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re).
Reasuransi sumbang dfefisit transaksi berjalan
JAKARTA. Tantangan industri reasuransi Tanah Air cukup berat. Jumlah premi reasuransi yang mengalir ke luar negeri sangat fantastis. Menteri BUMN Rini Soemarno menyayangkan kondisi reasuransi saat ini. Sebab selama bertahun-tahun, reasuransi dalam negeri menyumbang defisit transaksi berjalan. Sejak tahun 2013, aliran premi reasuransi ke luar negeri mencapai Rp 20 triliun per tahun. Selain menimbulkan beban defisit transaksi berjalan, kondisi ini juga menghilangkan potensi penerimaan pajak negara triliunan rupiah setiap tahunnya. Untuk memperbaiki kondisi ini, pihaknya melebur PT Reasuransi International Indonesia (ReINDO) ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re).