Reasuransi Umum Masih Dominasi Portofolio Indonesia Re pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatat lini reasuransi umum masih mendominasi portofolio bisnisnya sepanjang 2025.

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menyampaikan bahwa porsi reasuransi umum masih mendominasi sebesar 67%, sementara reasuransi jiwa berkontribusi sekitar 33% terhadap total portofolio per 2025.

“Secara komposisi relatif stabil. Umum sekitar 67% dan jiwa 33%,” ungkap Delil kepada Kontan, Jumat (20/2/2026).


Meski komposisi terjaga, Delil menyebut dari sisi kinerja kedua lini tersebut sama-sama mengalami penurunan premi.

Baca Juga: Kinerja Industri Asuransi Umum dan Reasuransi Tumbuh Positif Sepanjang 2025

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan (unaudited), per Desember 2025, premi bruto Indonesia Re tercatat Rp 4,57 triliun, turun dibandingkan Rp 5,07 triliun pada periode sebelumnya.

Delil menjelaskan, penurunan lebih dalam terjadi pada lini reasuransi umum sehingga tidak mampu menutup tekanan di lini jiwa. Ia menambahkan, pergerakan bisnis asuransi dan reasuransi tidak selalu berkorelasi langsung. 

Perusahaan asuransi cenderung menahan risiko dengan kualitas baik dan hanya mereasuransikan sebagian lainnya, sehingga perubahan premi di asuransi tidak otomatis tercermin sama pada reasuransi.

Di sisi lain, tahun 2025 juga diwarnai peningkatan klaim yang signifikan, terutama akibat sejumlah bencana alam dan klaim dari akun besar. Kondisi tersebut turut menekan hasil underwriting perusahaan, meski masih mencatatkan hasil positif tipis.

Baca Juga: Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Tumbuh 1,51% Jadi Rp 150,74 Triliun pada 2025

Untuk 2026, Indonesia Re menargetkan premi relatif flat dengan fokus memperbaiki kualitas underwriting dan profitabilitas, di tengah kondisi pasar yang dinilai masih kompetitif dan memasuki fase soft market.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi asuransi jiwa pada 2025 sebesar Rp 180,98 triliun atau terkontraksi 3,81% secara tahunan (YoY).

Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih tumbuh 1,51% YoY menjadi Rp 150,74 triliun.

Selanjutnya: Prabowo Terbang ke Inggris Saksikan Kerjasama Danantara-Arm di Sektor Semikonduktor

Menarik Dibaca: HP Baru 1 Jutaan: Infinix Smart 20 Punya Baterai Tahan 16 Jam, Kok Bisa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: